SIM Kulonprogo Agustus 2026: Jadwal, Lokasi, dan Syarat
Jadwal SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Bank Mandiri lahir dari krisis moneter 1998. Simak perjalanan transformasi dari merger empat bank hingga menjadi bank berbasis ekosistem digital. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Mandiri memiliki perjalanan panjang yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah krisis moneter Indonesia. Bank ini lahir dari proses restrukturisasi industri perbankan nasional pada akhir 1990-an dan kemudian berkembang menjadi salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia.
Perjalanan tersebut dimulai pada 2 Oktober 1998. Saat itu, pemerintah mendirikan Bank Mandiri sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilakukan melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Bank Mandiri dibentuk melalui penggabungan empat bank milik negara, yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
Keempat bank tersebut memiliki sejarah dan fokus bisnis yang berbeda. BBD memiliki pengalaman dalam pembiayaan sektor perkebunan dan kehutanan, sedangkan BDN dikenal dalam pembiayaan industri manufaktur dan perdagangan.
Sementara itu, Bank Exim berperan dalam pembiayaan perdagangan luar negeri dan kegiatan ekspor. Adapun Bapindo memiliki peran dalam pembiayaan investasi jangka panjang dan pembangunan infrastruktur.
Proses penggabungan tidak hanya menyatukan empat entitas perbankan. Bank Mandiri juga harus mengintegrasikan sistem operasional, budaya kerja, jaringan kantor, serta kondisi keuangan dari masing-masing bank.
Setelah proses konsolidasi berlangsung, Bank Mandiri mulai beroperasi secara efektif sebagai satu lembaga perbankan pada 31 Juli 1999.
Setelah merger, pekerjaan besar berikutnya adalah melakukan penyehatan dan restrukturisasi. Bank Mandiri harus menghadapi persoalan aset bermasalah, termasuk tingginya kredit bermasalah atau non-performing loans.
Manajemen juga melakukan konsolidasi terhadap jaringan kantor dan sumber daya manusia dari empat bank sebelumnya. Pada tahap ini, pembentukan budaya kerja baru serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi bagian penting dari proses transformasi.
Langkah berikutnya adalah membawa Bank Mandiri masuk ke pasar modal.
Pada 14 Juli 2003, Bank Mandiri resmi melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Sebanyak 20% saham perseroan dilepas kepada publik melalui bursa.
Masuknya Bank Mandiri ke pasar modal menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi perusahaan. Status sebagai perusahaan terbuka juga mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas perseroan.
Memasuki dekade berikutnya, Bank Mandiri mulai memperluas sekaligus memperkuat bisnisnya. Perseroan mempertahankan peran sebagai bank dengan kekuatan di segmen wholesale, sembari memperbesar layanan untuk nasabah ritel.
Pengembangan layanan perbankan berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.
Bank Mandiri memperkenalkan dan mengembangkan berbagai layanan, termasuk uang elektronik atau e-money. Layanan tersebut kemudian banyak digunakan untuk mendukung transaksi nontunai, termasuk pada sektor transportasi.
Jaringan ATM juga terus diperluas dan diintegrasikan. Pada saat yang sama, perseroan meningkatkan pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat bisnis kredit pemilikan rumah (KPR).
Perubahan tersebut membuat Bank Mandiri tidak hanya mengandalkan bisnis korporasi, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.
Perubahan besar kembali terjadi ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Pembatasan aktivitas masyarakat mendorong industri perbankan mempercepat digitalisasi layanan.
Bank Mandiri menjadikan momentum tersebut untuk melakukan transformasi teknologi secara lebih agresif.
Pada Oktober 2021, perseroan meluncurkan dua ekosistem digital utama, yakni Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Livin' by Mandiri dikembangkan sebagai platform digital untuk nasabah ritel. Aplikasi tersebut mengintegrasikan berbagai kebutuhan perbankan dalam satu layanan, mulai dari transaksi harian, pembukaan rekening, investasi hingga berbagai layanan gaya hidup.
Di sisi lain, Kopra by Mandiri diarahkan untuk nasabah korporasi dan pelaku bisnis. Platform tersebut menyediakan berbagai layanan digital yang berkaitan dengan kebutuhan bisnis, seperti cash management, trade finance, dan supply chain.
Kehadiran kedua platform tersebut menandai perubahan strategi Bank Mandiri. Perbankan tidak lagi hanya berbicara mengenai jaringan kantor dan mesin ATM, tetapi juga mengenai ekosistem digital yang mampu menghubungkan berbagai kebutuhan finansial nasabah.
Memasuki periode 2024 hingga 2026, transformasi Bank Mandiri terus berkembang. Perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan transaksi digital, tetapi juga memperkuat integrasi berbagai layanan finansial dalam satu ekosistem.
Livin' dan Kopra terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nasabah ritel, bisnis, hingga korporasi. Digitalisasi menjadi salah satu fondasi utama dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.
Pada saat bersamaan, perhatian terhadap pembiayaan berkelanjutan atau green financing juga semakin besar.
Bank Mandiri mengembangkan pembiayaan yang mendukung agenda lingkungan dan target transisi menuju ekonomi rendah karbon. Pembiayaan tersebut mencakup sektor energi terbarukan hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Strategi tersebut menempatkan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) sebagai bagian dari arah pengembangan bisnis.
Memperkuat Sinergi Anak Perusahaan
Perjalanan transformasi Bank Mandiri juga didukung oleh sinergi dengan perusahaan-perusahaan dalam ekosistem grup.
Layanan keuangan yang ditawarkan semakin luas melalui sejumlah anak perusahaan, seperti Mandiri Sekuritas, Mandiri Utama Finance, Mandiri AXA General Insurance, AXA Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia.
Sinergi tersebut memungkinkan grup menyediakan berbagai kebutuhan finansial, mulai dari perbankan, pembiayaan, pasar modal, asuransi hingga layanan perbankan syariah.
Dengan perjalanan yang bermula dari krisis moneter 1998, Bank Mandiri memasuki 2026 dengan model bisnis yang jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali dibentuk.
Transformasi dari hasil merger empat bank milik negara menjadi kelompok jasa keuangan dengan ekosistem digital dan bisnis berkelanjutan menunjukkan bagaimana industri perbankan Indonesia berubah mengikuti perkembangan ekonomi, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyampaikan permintaan maaf setelah rekening milik warga Pati, Jawa Tengah, Supriyono, diblokir pada Jumat (21/8/2026). Bank Mandiri menyebut pemblokiran tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum dan telah mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Akibat pemblokiran rekening tersebut, Bank Mandiri dihujat netizen. Mereka menyayangkan tindakan pemblokiran tersebut dan beramai-ramai untuk menarik uang di rekening. Hingga Senin (24/8/2026) kolom komentar Instagram Bank Mandiri dipenuhi 37 ribu komentar hujatan.
Rekening tersebut menjadi perhatian publik setelah Koordinator AMPB Teguh Istianto menyebut rekening Supriyono digunakan untuk menampung donasi warga sekitar Rp80 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan peserta aksi.
Bank Mandiri menyampaikan penjelasan melalui kolom komentar akun Instagram resminya yang diakses pada Minggu (23/8/2026). Dalam keterangannya, bank juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.
“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri dalam keterangannya melalui Instagram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care ke rumah pasien, termasuk perawatan luka, kateter, NGT, injeksi, hingga kunjungan dokter.