Bapemperda DPRD Jogja Targetkan 13 Raperda pada 2027
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35. Keputusan tersebut disampaikan setelah dirinya menerima aspirasi dan dukungan dari sejumlah pengurus NU di berbagai daerah.
Menurut Kiai Marsudi, dorongan tersebut datang dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), hingga para kiai di sejumlah wilayah Indonesia yang menginginkan kepemimpinan baru bagi organisasi.
“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar Kiai Marsudi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Siap Mengemban Amanah Berlandaskan Khidmah
Kiai Marsudi menegaskan seluruh perjalanan hidupnya selalu dilandasi semangat khidmah atau pengabdian. Karena itu, ketika amanah untuk maju datang dari berbagai pengurus daerah, ia menyatakan siap menjalankannya.
“Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya, baik itu khidmah lil 'ilmi (pengabdian pada ilmu), khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” ujarnya.
Ia juga menilai pengalaman berorganisasi secara bertahap menjadi bekal penting sebelum memimpin organisasi sebesar PBNU.
“Sebelum menjadi 'Ketua Umum', minimal harus terbiasa menjadi 'umumnya ketua'. Kita sudah terbiasa melewati proses dari bawah agar memahami refleksinya. Jadi ketika ada masalah, insting dan sensorik organisasi kita sudah terlatih untuk melakukan perbaikan,” kata dia.
Dukungan Mengalir dari Pengurus Daerah
Dukungan terhadap KH Marsudi Syuhud terus bermunculan dari jajaran pengurus cabang Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.
Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo, menilai Muktamar ke-35 membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga independensi PBNU di tengah dinamika organisasi.
“Dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal baik dan ada yang perlu diperbaiki. Di tengah dinamika elite PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menghadirkan figur yang lebih baik dan amanah,” kata Juni.
Menurutnya, komunikasi untuk menyatukan dukungan telah dilakukan bersama sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
“Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif, dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka,” katanya.
Dinilai Memiliki Rekam Jejak Nasional hingga Internasional
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso, juga menilai KH Marsudi memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk memimpin PBNU.
“Beliau jelas latar belakangnya, jelas ketokohannya, dan jelas kiprahnya. Kader Nahdliyin pasti mengakui kapasitas beliau. Peran beliau tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Eko.
Ia menambahkan, KH Marsudi dikenal aktif dalam berbagai forum internasional yang mengangkat isu perdamaian dunia.
“Beliau aktif sebagai pembicara perdamaian dunia di Global Peace Foundation. Beliau kerap mempromosikan nilai moderasi Islam, Pancasila, dan kerukunan antaragama di berbagai forum internasional. Tidak sembarang orang bisa diundang dan menjadi pembicara di tingkat global seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.
Pemda DIY masih mengkaji pedestrian terbatas Malioboro, termasuk pembatasan kendaraan pukul 09.00-22.00, parkir, dan akses jalan.
Polres Gunungkidul menerapkan larangan vape bagi anggota Polri dan ASN. Seksi Propam ditugaskan mengawasi dan menindak pelanggaran.
Jina Kim, Founder barenbliss, membagikan lima tips menggunakan maskara agar bulu mata terlihat lebih panjang, lentik, dan terdefinisi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp350,15 juta kepada tiga ahli waris, termasuk beasiswa pendidikan Rp118,5