Polda Kalsel Siapkan Cairan Tepung untuk Atasi Karhutla Gambut

Newswire
Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 12:57 WIB
Polda Kalsel Siapkan Cairan Tepung untuk Atasi Karhutla Gambut

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air dalam pemadaman lahan gambut di Banjarbaru. Antara/Firman\r\n

Harianjogja.com, BANJARBARU—Polda Kalimantan Selatan menggunakan inovasi cairan berbahan tepung untuk meningkatkan efektivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah gambut Banjarbaru. Metode tersebut menjadi salah satu upaya untuk menekan laju api, termasuk di area prioritas seperti bandara yang perlu dijaga dari dampak kabut asap terhadap penerbangan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air menunjukkan hasil yang efektif dalam menekan laju api.

"Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat.

Cairan campuran tepung tersebut merupakan bantuan langsung dari Mabes Polri. Formula itu dikembangkan sebagai inovasi pemadam karhutla berbasis pati singkong atau tepung ubi.

Cara Cairan Tepung Menekan Api di Lahan Gambut

Formula tersebut terdiri atas pati singkong yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Campuran itu digunakan untuk menghambat perambatan api di lahan yang terbakar.

Air dalam campuran berfungsi menyerap panas sekaligus menurunkan temperatur bahan bakar pada vegetasi. Sementara itu, pati singkong membantu meningkatkan adhesi sehingga cairan dapat bertahan lebih lama di permukaan tanah dan membasahi lahan secara merata.

Penggunaan formula tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel mencari metode yang lebih efektif dalam menangani karhutla di kawasan gambut.

Polda Kalsel Terapkan Metode Suntik Gambut

Selain menggunakan cairan berbahan tepung, Polda Kalsel juga bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam menerapkan metode suntik gambut.

Metode tersebut dilakukan dengan menyuntikkan air langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. Air yang digunakan merupakan campuran air dan busa sebagai agen pembasah.

Hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan. Area sekitar radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan sumber api bawah tanah.

Dengan metode tersebut, pembasahan tidak hanya dilakukan pada permukaan lahan, tetapi juga diarahkan ke bagian tanah hingga kedalaman dua meter.

Formula Ditargetkan Digunakan di Tiga Wilayah Prioritas

Pengembangan formula cairan pembasah kini mendapat dukungan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Bidlabfor membantu proses pengembangan sekaligus penggandaan formula tersebut.

Kapolda Kalsel menargetkan cairan pembasah itu dapat diproduksi dan digunakan lebih luas mulai Jumat (28/8), terutama untuk pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas.

"Saya target dapat diproduksi dan digunakan secara lebih luas mulai hari ini khususnya melakukan pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas yakni Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang dan Pengayuan," kata Yudha.

Penggunaan metode cairan tepung dan suntik gambut tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di wilayah lahan gambut Banjarbaru, termasuk mengantisipasi dampak kabut asap pada area prioritas seperti bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online