Deklarasi Bali, Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik
Negara-negara ASEAN menyepakati Deklarasi Bali untuk melindungi hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform digital dan AI.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Lebih dari 400 warga negara asing (WNA) masuk dalam daftar 579 wisatawan yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang Nepal.
Pejabat pariwisata setempat mencatat wisatawan dari sejumlah negara belum diketahui keberadaannya. Berikut rincian WNA yang dilaporkan hilang:
- India: Sedikitnya 130 hingga 133 warga India dilaporkan hilang. Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri India kepada kantor berita ANI.
- Australia: Sebanyak 34 warga Australia dilaporkan hilang. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan pihak berwenang terus berkoordinasi dengan pemerintah Nepal untuk melacak keberadaan mereka.
- Amerika Serikat: Sedikitnya 47 warga negara AS belum ditemukan, berdasarkan laporan Associated Press yang mengutip juru bicara badan pariwisata Nepal.
- Inggris: Sebanyak 33 warga negara Inggris dilaporkan hilang setelah bencana. Informasi tersebut juga disampaikan Associated Press dengan mengutip juru bicara badan pariwisata Nepal.
- Kanada: Sebanyak 24 warga Kanada dilaporkan hilang, menurut keterangan juru bicara Kedutaan Nepal di Kanada.
- Malaysia: Kedutaan Besar Malaysia di Nepal kehilangan kontak dengan sedikitnya 11 warga negaranya yang berada di wilayah terdampak. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Malaysia.
- Korea Selatan: Sebanyak sembilan warga Korea Selatan yang bekerja dalam proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang. Sementara itu, 10 warga lainnya masih terjebak, menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Rabu malam.
- Jepang: Kedutaan Besar Jepang di Nepal belum berhasil menghubungi lima warga Jepang. Permohonan pencarian juga telah diajukan, menurut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui unggahan di platform media sosial X.
Hilangnya ratusan wisatawan asing tersebut menambah perhatian terhadap proses pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Nepal. Pemerintah dan perwakilan diplomatik negara-negara terkait terus berkoordinasi untuk mengetahui keberadaan warga mereka yang belum ditemukan.
Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan pegunungan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana tersebut menghancurkan permukiman, merusak fasilitas pembangkit listrik, serta memutus akses transportasi dan komunikasi di sejumlah titik perbatasan.
Dilansir Reuters, jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di wilayah perbatasan Nepal dan China melonjak menjadi 160 orang. Ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah banjir menerjang kawasan pegunungan tersebut.
Otoritas Nepal mencatat sedikitnya 384 orang masih belum ditemukan. Dari jumlah tersebut, 290 orang merupakan wisatawan asing yang berasal dari India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Banjir bandang menerjang kawasan Rasuwa, Nepal, setelah Sungai Bhotekoshi tiba-tiba meluap. Arus air yang sangat deras menyapu rumah, bangunan, serta infrastruktur, termasuk fasilitas pembangkit listrik tenaga air.
Hingga kini, penyebab pasti bencana masih dalam penyelidikan. Laporan terbaru menyebut bencana tersebut diduga berkaitan dengan runtuhnya bagian gletser di kawasan Himalaya yang memicu aliran material dan air dalam jumlah besar.
Rangkaian bencana bermula sekitar pukul 09.00 waktu setempat ketika debit air di Sungai Lhende Khola meningkat secara mendadak. Sungai tersebut merupakan anak Sungai Bhote Koshi yang berada di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet.
Air kemudian meluap dengan cepat tanpa adanya peringatan awal. Kondisi itu membuat masyarakat di kawasan lembah menghadapi arus banjir yang datang secara tiba-tiba.
Gelombang Air Bah Menerjang Rasuwa dan Tibet
Memasuki Rabu siang, gelombang air bah berkecepatan tinggi menerjang kawasan lembah. Aliran banjir melanda Distrik Rasuwa di Nepal serta Pelabuhan Perbatasan Gyirong di Shigatse, Tibet.
Dampaknya meluas hingga menyebabkan akses jalan dan pos perbatasan terputus. Pasokan listrik serta jaringan komunikasi di kawasan terdampak juga mengalami gangguan hingga terputus total.
Kerusakan infrastruktur dilaporkan cukup parah. Sejumlah jembatan penghubung runtuh, puluhan rumah tersapu arus deras, sementara beberapa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami kerusakan berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Negara-negara ASEAN menyepakati Deklarasi Bali untuk melindungi hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform digital dan AI.
Polrestabes Semarang menyelidiki kematian pelajar SMP berusia 16 tahun yang ditemukan dengan luka di kepala. Polisi memeriksa saksi dan CCTV.
Sleman memetakan titik kritis saluran air, membersihkan drainase, dan menyiapkan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Kustomfest 2026 bertema High Octane di JEC Yogyakarta berupaya membangkitkan industri otomotif kustom melalui pameran, kolaborasi, dan kreativitas pelaku indust
Perkosmi meminta masa transisi aturan wajib halal kosmetik mulai 18 Oktober 2026 untuk mencegah retur massal, pemborosan kemasan, dan gangguan pasokan.
Telkom University menjatuhkan sanksi administratif kepada dua pihak terkait dugaan perundungan mahasiswa baru. Polisi masih menunggu laporan korban.