BLBI Dinyatakan Lunas, Hardjuno Pertanyakan Hak Tagih Rp110 Triliun
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, ISTANBUL—Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai peta rute pelayaran di Selat Hormuz setelah menjalani perundingan teknis selama beberapa pekan. Kesepakatan tersebut dicapai setelah kedua negara pesisir itu melakukan perundingan intensif selama tiga bulan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan perkembangan tersebut terjadi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni yang mengatur pembentukan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.
Baghaei menyampaikan keterangan tersebut kepada Defa Press, Sabtu (15/8).
"Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan telah mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan telah dicapai mengenai peta rute pelayaran," kata Baghaei.
Rute Pelayaran Disepakati, Sejumlah Persoalan Masih Dibahas
Menurut Baghaei, kesepakatan mengenai peta rute pelayaran merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri Iran. Proses tersebut melibatkan otoritas pertahanan, keamanan, dan lingkungan.
Meski demikian, Iran dan Oman masih membahas sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Salah satunya berkaitan dengan pernyataan bersama yang akan dikeluarkan Teheran dan Muscat.
"Pertukaran antara kedua negara akan terus berlanjut hingga proses tersebut selesai," ujarnya.
Baghaei menegaskan pengaturan yang dicapai Iran dan Oman merupakan kesepakatan independen kedua negara pesisir. Tujuannya adalah menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz dengan tetap menghormati kedaulatan Iran dan Oman.
Keamanan Selat Hormuz Masih Bergantung pada AS
Di sisi lain, Iran menyatakan kesepakatan rute pelayaran belum otomatis membuat kondisi keamanan dan aktivitas perdagangan di Selat Hormuz kembali sepenuhnya normal.
Baghaei mengatakan pemulihan keamanan secara penuh dan kembali normalnya pelayaran komersial di Selat Hormuz bergantung pada penghentian tindakan Amerika Serikat yang disebutnya ilegal, termasuk ancaman militer serta blokade laut.
Iran juga menuntut kompensasi atas pelanggaran komitmen yang dilakukan Amerika Serikat selama dua bulan terakhir.
Perundingan Iran dan Oman tersebut merupakan bagian dari negosiasi teknis yang diluncurkan berdasarkan MoU Iran-AS. Kesepakatan itu menugaskan Teheran dan Muscat menyusun kerangka baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski pembahasan rute pelayaran antara Iran dan Oman terus berjalan, Teheran berulang kali menyatakan keputusan untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.