Desak AS Patuhi Kesepahaman, Iran Tegaskan Tak Menyerah

Newswire
Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 10:47 WIB
Desak AS Patuhi Kesepahaman, Iran Tegaskan Tak Menyerah

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Iran mendesak Amerika Serikat memenuhi seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik kedua negara. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Teheran tidak akan membuat Iran menyerah.

Ghalibaf menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Teheran, Senin (24/8). Asim Munir diketahui bertindak sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Ghalibaf yang juga menjadi ketua tim negosiator Iran dalam pembicaraan dengan AS mengatakan Teheran tengah berupaya menjalankan ketentuan yang telah disepakati.

"Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah yang harus mematuhi kewajibannya berdasarkan memorandum tersebut," tulis Ghalibaf di Telegram.

Iran Sebut AS Hambat Stabilitas Kawasan

Ghalibaf mengatakan kegagalan Amerika Serikat menjalankan ketentuan dalam nota kesepahaman menjadi salah satu hal yang menghambat terciptanya stabilitas di kawasan.

Menurut dia, kondisi tersebut juga memicu ketidakpercayaan Iran terhadap AS. Meski demikian, Ghalibaf menegaskan tekanan yang diberikan kepada negaranya tidak akan mengubah sikap Iran.

Ghalibaf menambahkan tekanan tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap Iran.

Iran dan AS Kembali Terlibat Ketegangan

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tidak lama setelah kesepakatan tersebut dibuat, kedua negara kembali saling melancarkan serangan.

Konflik hingga kini masih belum terselesaikan. Meski tidak ada lagi aksi permusuhan yang berlangsung, ketegangan antara Teheran dan Washington masih berlanjut.

Amerika Serikat juga telah memutuskan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan kesulitan keuangan bagi negara tersebut.

Konflik Iran-AS Berdampak ke Kawasan

Perselisihan Iran dan Amerika Serikat merupakan salah satu sumber ketegangan geopolitik utama di Timur Tengah. Hubungan kedua negara telah diwarnai perselisihan ideologi, kekuatan militer, serta kepentingan ekonomi dan politik selama puluhan tahun.

Sejumlah isu seperti program nuklir Iran, sanksi ekonomi AS, serta persaingan pengaruh regional di Selat Hormuz menjadi bagian dari dinamika hubungan kedua negara.

Eskalasi antara Iran dan AS juga dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas global, termasuk dinamika keamanan internasional dan pergerakan harga minyak dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online