AS Perketat Sanksi Iran, China dan Negara Lain Diperingatkan

Newswire
Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 13:57 WIB
AS Perketat Sanksi Iran, China dan Negara Lain Diperingatkan

Ilustrasi perang dagang AS-China/shiwuzq.com

Harianjogja.com, WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) memperingatkan China dan negara lain mengenai risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika tetap berbisnis dengan Iran. Peringatan itu disampaikan bersamaan dengan peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye yang diberi nama "Operation Economic Outcast" tersebut menyasar lima sektor ekonomi Iran, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

"Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," kata Bessent dalam konferensi pers di Washington D.C., AS, Senin (24/8).

China Disebut Bisa Jadi Sasaran

Bessent menegaskan tidak ada pihak yang kebal dari sanksi AS. Menurut dia, negara maupun entitas mana pun dapat menjadi sasaran operasi baru tersebut, termasuk China yang merupakan mitra dagang utama Iran.

"Setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah kami identifikasi. Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS," kata Bessent.

Ia juga menyampaikan bahwa para pemimpin dunia kini harus menentukan pilihan antara kemakmuran dan isolasi, perdamaian dan teror, serta Amerika dan Iran.

Namun, pemerintahan Trump belum mengungkapkan secara terperinci bentuk upaya terbaru yang akan digunakan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

"Kami tidak akan menyebut nama-nama tertentu," kata Bessent.

Hingga kini, masih belum jelas bagaimana rencana baru untuk memblokir sumber pendapatan Iran tersebut akan berbeda dari berbagai upaya yang sebelumnya telah dilakukan AS.

AS Siapkan Sanksi terhadap 60 Entitas

Bessent memberikan salah satu gambaran mengenai penerapan kebijakan tersebut. Ia mengatakan setiap entitas yang memfasilitasi pencucian uang untuk Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.

Selain ancaman sanksi sekunder, AS juga telah memutuskan menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal di berbagai wilayah dunia.

Menurut Bessent, pihak-pihak tersebut dikenai sanksi karena memungkinkan rezim Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal ilegal, melakukan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan dari minyak.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan ekonomi AS terhadap Iran melalui sejumlah sektor yang dianggap menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi negara tersebut.

Trump Masih Berupaya Capai Kesepakatan dengan Iran

Ancaman sanksi terbaru AS muncul ketika Presiden AS Donald Trump masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Upaya tersebut ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Situasi itu juga terjadi sekitar sebulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih. Posisi China sebagai mitra dagang utama Iran membuat peringatan mengenai kemungkinan sanksi sekunder menjadi bagian penting dari kampanye ekonomi terbaru AS tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online