BI Siapkan Data QRIS untuk Penilaian Kredit UMKM
BI berencana memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian kredit UMKM. Pengguna QRIS mencapai 70,6 juta hingga kuartal III 2026.
Ilustrasi perang dagang AS-China/shiwuzq.com
Harianjogja.com, WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) memperingatkan China dan negara lain mengenai risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika tetap berbisnis dengan Iran. Peringatan itu disampaikan bersamaan dengan peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye yang diberi nama "Operation Economic Outcast" tersebut menyasar lima sektor ekonomi Iran, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
"Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," kata Bessent dalam konferensi pers di Washington D.C., AS, Senin (24/8).
China Disebut Bisa Jadi Sasaran
Bessent menegaskan tidak ada pihak yang kebal dari sanksi AS. Menurut dia, negara maupun entitas mana pun dapat menjadi sasaran operasi baru tersebut, termasuk China yang merupakan mitra dagang utama Iran.
"Setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah kami identifikasi. Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS," kata Bessent.
Ia juga menyampaikan bahwa para pemimpin dunia kini harus menentukan pilihan antara kemakmuran dan isolasi, perdamaian dan teror, serta Amerika dan Iran.
Namun, pemerintahan Trump belum mengungkapkan secara terperinci bentuk upaya terbaru yang akan digunakan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
"Kami tidak akan menyebut nama-nama tertentu," kata Bessent.
Hingga kini, masih belum jelas bagaimana rencana baru untuk memblokir sumber pendapatan Iran tersebut akan berbeda dari berbagai upaya yang sebelumnya telah dilakukan AS.
AS Siapkan Sanksi terhadap 60 Entitas
Bessent memberikan salah satu gambaran mengenai penerapan kebijakan tersebut. Ia mengatakan setiap entitas yang memfasilitasi pencucian uang untuk Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.
Selain ancaman sanksi sekunder, AS juga telah memutuskan menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal di berbagai wilayah dunia.
Menurut Bessent, pihak-pihak tersebut dikenai sanksi karena memungkinkan rezim Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal ilegal, melakukan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan dari minyak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan ekonomi AS terhadap Iran melalui sejumlah sektor yang dianggap menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi negara tersebut.
Trump Masih Berupaya Capai Kesepakatan dengan Iran
Ancaman sanksi terbaru AS muncul ketika Presiden AS Donald Trump masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Upaya tersebut ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Situasi itu juga terjadi sekitar sebulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih. Posisi China sebagai mitra dagang utama Iran membuat peringatan mengenai kemungkinan sanksi sekunder menjadi bagian penting dari kampanye ekonomi terbaru AS tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BI berencana memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian kredit UMKM. Pengguna QRIS mencapai 70,6 juta hingga kuartal III 2026.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 27 Oktober 2026, layanan reguler dan Xpress, waktu keberangkatan, kedatangan, serta durasi perjalanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.