Iran dan Pakistan Cari Cara Lanjutkan Perundingan dengan AS

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 20:27 WIB
Iran dan Pakistan Cari Cara Lanjutkan Perundingan dengan AS

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Besar Asim Munir (kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. /Antara/Anadolu

Harianjogja.com, ISLAMABAD— Pakistan dan Iran membahas langkah untuk menghidupkan kembali perundingan langsung dengan Amerika Serikat (AS) yang telah lama terhenti. Pembahasan itu berlangsung di tengah upaya mediator mempertemukan kembali kedua pihak yang bertikai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Besar Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membicarakan situasi regional dalam kontak terbaru melalui telepon. Pemerintah Iran menyebut kedua pejabat tersebut turut membahas cara memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Asia Barat.

Percakapan tersebut berlangsung ketika Pakistan dan Qatar kembali mendorong proses mediasi setelah batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final guna mengakhiri perang telah berakhir.

Asim Munir Disebut Akan ke Teheran

Pemerintah Iran menyampaikan pembicaraan Munir dan Araghchi mencakup “perkembangan regional serta cara-cara efektif untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Asia Barat” melalui unggahan di X.

Kantor berita Mehr, mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, melaporkan bahwa percakapan tersebut juga membahas tantangan keamanan regional dan strategi memperkuat stabilitas kawasan. Hingga berita ini disiarkan, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan perincian lebih lanjut.

Sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Munir, yang secara aktif terlibat dalam proses mediasi, diperkirakan mengunjungi Teheran “dalam beberapa hari mendatang”. Kunjungan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya terbaru untuk menghidupkan kembali perundingan secara langsung.

Meski demikian, pemerintah maupun Angkatan Darat Pakistan belum mengumumkan secara resmi rencana kunjungan tersebut.

Pakistan sendiri berperan sebagai mediator utama antara Iran dan AS selama perang berlangsung. Negara tersebut juga terus menjalin kontak erat dengan kedua pihak.

Perundingan Iran-AS Terhenti

Sebelumnya, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni dan memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan final.

Namun, proses tersebut kemudian terhenti karena perbedaan pendapat mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur strategis dunia bagi pasokan energi dan perdagangan global.

Situasi semakin memburuk setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer pada 8 hingga 24 Juli. Washington menyerang sejumlah target di Iran, sedangkan Teheran merespons dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara Arab.

Serangan balasan Iran tersebut mencakup fasilitas dan peralatan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Kondisi itu menjadi bagian dari latar belakang upaya terbaru Pakistan dan Qatar untuk kembali mendorong kedua pihak ke meja perundingan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online