Karhutla Kalbar Meluas, Pemerintah Tambah 1.500 Personel

Akbar Evandio
Akbar Evandio Sabtu, 22 Agustus 2026 16:57 WIB
Karhutla Kalbar Meluas, Pemerintah Tambah 1.500 Personel

Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar. /Bisnis Indonesia.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan menambah sekitar 1.500 personel TNI serta enam helikopter untuk mendukung pemadaman.

Langkah tersebut disiapkan setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Rapat digelar setelah Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Supadio untuk menerima laporan terbaru mengenai kondisi kebakaran.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo meminta penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi langsung pada kondisi di lapangan.

“Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla serta menegaskan pentingnya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Tambah 1.500 Personel TNI

Untuk memperkuat operasi darat, pemerintah akan mendatangkan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Personel tambahan tersebut mulai dikerahkan pada Sabtu hingga Minggu pagi.

“Penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi,” ujar Teddy.

Pasukan tersebut akan membantu aparat di lapangan melakukan pemadaman terhadap titik-titik api sekaligus memperkuat upaya pengendalian karhutla di sejumlah wilayah prioritas.

Enam Helikopter Dikerahkan

Selain penambahan personel, pemerintah menyiapkan enam helikopter berkapasitas besar untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing.

Helikopter tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu sore untuk memperkuat operasi udara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemerintah juga memperkuat penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di wilayah Kalimantan Barat.

“Memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla, dengan mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat,” kata Teddy.

Pompa dan Bor Air Ditambah

Penanganan karhutla juga akan didukung penambahan peralatan pompanisasi dan bor air, terutama di kawasan gambut.

Peralatan tersebut digunakan untuk membantu membasahi dan meredam titik panas yang berada di bawah permukaan tanah. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena api dapat tetap membara di lapisan bawah meskipun api di permukaan telah dipadamkan.

Selain mempercepat pemadaman, Prabowo meminta pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan. Pemerintah daerah juga diminta menerapkan aturan secara tegas untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi.

Sebelumnya, Prabowo meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Presiden melihat kondisi kawasan yang masih diselimuti asap serta berbincang dengan petugas yang melakukan pemadaman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online