Paus Leo Ingatkan AI Tak Boleh Kurangi Nilai Kemanusiaan

Newswire
Newswire Jum'at, 21 Agustus 2026 23:47 WIB
Paus Leo Ingatkan AI Tak Boleh Kurangi Nilai Kemanusiaan

Paus Leo XIV/instagram @kemenag\r\n\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL—Paus Leo memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan atau AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan. Ia juga mendesak para pemimpin politik memastikan inovasi teknologi tersebut diarahkan untuk melayani kepentingan bersama.

Paus Leo menyampaikan pesan itu saat berbicara kepada anggota International Catholic Legislators Network pada Jumat (21/8). Menurut dia, perkembangan pesat AI telah memunculkan salah satu persoalan moral yang menentukan pada era modern.

“Setiap pencapaian teknologi juga menghadapkan umat manusia pada pertanyaan moral, bukan hanya apa yang dapat kita lakukan, tetapi apa yang seharusnya kita lakukan?” katanya.

Leo mengatakan para legislator memiliki tanggung jawab untuk tidak menghambat inovasi. Namun, perkembangan teknologi tersebut perlu diarahkan secara bijaksana agar tetap memperhatikan kepentingan manusia.

Paus Leo Soroti Privasi dan Kebebasan

Paus Leo menyerukan pembentukan peraturan yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus melindungi hak-hak serta kebebasan mendasar.

Menurut dia, kebijakan terkait AI harus mampu melindungi pengguna dari eksploitasi, menjaga privasi, memastikan transparansi, serta memperkuat institusi demokrasi.

Ia juga mengingatkan perkembangan AI yang sangat cepat berpotensi menciptakan bentuk ketergantungan teknologi baru, terutama bagi negara-negara miskin.

Menurut Paus Leo, kondisi tersebut bahkan berisiko menjadikan AI sebagai alat “kolonialisme ideologis atau ekonomi”.

Ia menyoroti pula kekhawatiran mengenai algoritma yang menentukan “siapa yang terlihat” atau tetap tidak terlihat. Selain itu, platform digital dinilai dapat membentuk wacana publik tanpa pertanggungjawaban.

“Dunia tidak membutuhkan kecerdasan buatan yang mengurangi nilai kemanusiaan,” kata Leo.

Ia berharap AI pada akhirnya dapat ditempatkan sebagai teknologi yang mendukung kehidupan manusia, bukan menjadi pesaing manusia.

“Hanya dengan demikian kecerdasan buatan akan menjadi bukan pesaing bagi umat manusia, melainkan pelayan bagi kepentingan bersama,” tambahnya.

Paus Leo XIV Sampaikan Duka untuk Korban Gempa NTT

Sebelumnya, Paus Leo XIV juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Ungkapan duka cita tersebut diunggah di laman media sosial KBRI Vatikan pada Kamis (20/8).

Dalam telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Paus Leo XIV menyatakan dirinya “sangat sedih” atas kehancuran dan penderitaan akibat bencana tersebut.

“Paus menyampaikan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” demikian keterangan KBRI Vatikan, mengutip telegram pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu.

Paus Leo XIV juga mendorong para pemimpin Gereja dan otoritas sipil untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan. Ia turut menyampaikan doa seraya memohon berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan bagi seluruh keluarga serta masyarakat yang terdampak.

Gempa NTT, 75 Orang Tewas dan 907 Luka-luka

Gempa bumi tersebut mengakibatkan sedikitnya 75 korban tewas dan 907 orang luka-luka, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB mengimbau masyarakat di NTT tetap waspada dan siaga karena aktivitas gempa susulan masih tinggi.

Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak. Salah satu gempa susulan yang dirasakan pada Kamis terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online