Profil dan Harta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Kena OTT KPK

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 09:47 WIB
Profil dan Harta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Kena OTT KPK

Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr/ Unsoed

Harianjogja.com, JOGJA— Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., menjadi perhatian setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan laporan harta kekayaan yang dilaporkannya kepada KPK pada 2023, total harta kekayaan Akhmad Sodiq tercatat Rp2.226.886.464.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) itu, harta Akhmad Sodiq terdiri atas tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, serta kas dan setara kas. Ia juga tercatat memiliki utang Rp300 juta.

Di luar informasi mengenai harta kekayaan, Akhmad Sodiq memiliki perjalanan panjang di dunia akademik. Ia merupakan akademisi bidang peternakan yang mengembangkan karier di Unsoed hingga dipercaya menjadi rektor.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa Rektor Unsoed tersebut menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam OTT yang merupakan operasi ke-19 KPK selama 2026.

Selain Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo turut terjaring dalam operasi tersebut.

Harta Akhmad Sodiq dalam LHKPN 2023

Berdasarkan laporan harta kekayaan yang disampaikan kepada KPK pada 2023, Akhmad Sodiq mencatatkan tanah dan bangunan senilai Rp1.950.000.000.

Aset tanah dan bangunan tersebut terdiri atas empat bidang atau properti yang seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri.

Rinciannya sebagai berikut:

  1. Tanah dan bangunan seluas 505 m2/416 m2 di KAB / KOTA BANYUMAS, hasil sendiri, senilai Rp900.000.000.
  2. Tanah seluas 1.051 m2 di KAB / KOTA BANYUMAS, hasil sendiri, senilai Rp350.000.000.
  3. Tanah seluas 1.129 m2 di KAB / KOTA BANYUMAS, hasil sendiri, senilai Rp450.000.000.
  4. Tanah seluas 1.050 m2 di KAB / KOTA BANYUMAS, hasil sendiri, senilai Rp250.000.000.

Selain properti, Akhmad Sodiq melaporkan alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp295.962.500.

Aset kendaraan tersebut terdiri atas dua sepeda motor dan dua mobil. Kendaraan yang dilaporkan meliputi Yamaha sepeda motor tahun 1993, Honda sepeda motor tahun 2006, Toyota Agya 1,0 G A/T tahun 2015, serta Toyota Grand New Innova Bensin G tahun 2014.

Berikut rincian alat transportasi dan mesin yang tercantum dalam laporan:

  1. Motor, Yamaha Sepeda Motor Tahun 1993, hasil sendiri, senilai Rp1.400.000.
  2. Motor, Honda Sepeda Motor Tahun 2006, hasil sendiri, senilai Rp6.000.000.
  3. Mobil, Toyota Agya 1,0 G A/T Tahun 2015, hasil sendiri, senilai Rp85.000.000.
  4. Mobil, Toyota Grand New Innova Bensin G Tahun 2014, hasil sendiri, senilai Rp203.562.500.

Sementara itu, Akhmad Sodiq juga tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp280.923.964.

Dalam laporan yang sama, terdapat utang sebesar Rp300.000.000.

Dengan komponen tersebut, total harta kekayaan Akhmad Sodiq yang tercatat dalam laporan pada 2023 mencapai Rp2.226.886.464.

Perjalanan Akademik Akhmad Sodiq

Sebelum namanya muncul dalam pemberitaan terkait OTT KPK, Akhmad Sodiq telah menjalani perjalanan akademik yang panjang di bidang peternakan.

Ia lahir di Batang pada 28 Januari 1969. Pendidikan sarjananya ditempuh di Jurusan Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Akhmad Sodiq melanjutkan pendidikan pascasarjana di Jerman. Berdasarkan profil resmi Unsoed, pendidikan S2 ditempuh di George-August University pada bidang Animal Science, sedangkan pendidikan doktoral diselesaikan di Kassel University dalam bidang yang sama.

Karier akademiknya kemudian berkembang di almamaternya, Fakultas Peternakan Unsoed. Ia menjadi dosen dan mengajar pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga program doktor.

Bidang keilmuan yang ditekuni Akhmad Sodiq berkaitan dengan produksi ternak. Profil Fakultas Peternakan Unsoed mencatat bidang ilmunya sebagai Produksi Ternak dengan bidang kajian Sistem Produksi Ternak.

Ia juga memiliki keahlian di bidang Ilmu Ternak Potong. Pengalaman akademik tersebut kemudian membawanya ke sejumlah posisi struktural di lingkungan perguruan tinggi.

Akhmad Sodiq dipercaya menjadi Dekan Fakultas Peternakan Unsoed selama dua periode pada 2010–2017.

Pernah Menjadi Rektor UNU Purwokerto

Karier Akhmad Sodiq tidak hanya berlangsung di Unsoed. Pada 2016, ia dipercaya menjadi rektor pertama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto ketika perguruan tinggi tersebut memperoleh izin operasional.

Setelah pengalaman tersebut, ia kembali memegang posisi strategis di Unsoed. Akhmad Sodiq dipercaya menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2018–2022 pada masa kepemimpinan Rektor Prof. Suwarto MS.

Posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Akhmad Sodiq sebelum akhirnya terpilih menjadi Rektor Unsoed pada 2022.

Laman resmi Unsoed mencatat Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng. sebagai Rektor Unsoed periode 2022 hingga sekarang.

Di lingkungan akademik, ia juga tercatat memperoleh sejumlah penghargaan. Di antaranya Satyalancana Karya Satya XX pada 2017 dan Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Profil resmi Unsoed juga mencantumkan penghargaan dosen berprestasi di Fakultas Peternakan dan tingkat Universitas Jenderal Soedirman pada 2006 dan 2009.

Aktivitas Akhmad Sodiq di Luar Kampus

Selain kegiatan akademik dan jabatan manajerial di perguruan tinggi, Akhmad Sodiq memiliki aktivitas yang berkaitan dengan bidang peternakan dan pemberdayaan ekonomi.

Ia disebut aktif sebagai konsultan Bank Indonesia untuk Program Pemberdayaan Ekonomi Daerah dan program pengembangan klaster sapi potong di Purwokerto.

Akhmad Sodiq juga menjadi dewan pakar Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia. Profilnya turut mencatat keterlibatan dalam sejumlah organisasi profesi peternakan.

Riwayat organisasi yang tercantum dalam laman resmi Unsoed antara lain Dewan Pengawas DPW ISPI Jawa Tengah, Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2, serta Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia.

Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK

Perjalanan Akhmad Sodiq sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi kini mendapat sorotan setelah namanya masuk dalam OTT KPK.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan bahwa Rektor Unsoed menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. KPK juga mengonfirmasi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo turut terjaring.

Sementara itu, informasi mengenai dua pejabat rektorat lainnya belum diperbarui oleh Setyo. Keduanya ialah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko.

"Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update," kata Setyo dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).

Pemberitaan pada Jumat (21/8/2026) menyebut rangkaian OTT KPK berlangsung di Purwokerto dan Jakarta pada Kamis (20/8/2026), dengan Akhmad Sodiq sebagai salah satu pihak yang diamankan.

Adapun laporan harta kekayaan yang menjadi bagian dari artikel ini merupakan laporan Akhmad Sodiq kepada KPK pada 2023. Data tersebut tidak dengan sendirinya menggambarkan perubahan nilai maupun komposisi harta yang dimiliki setelah periode pelaporan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online