Kejagung Kembangkan Penyidikan Korupsi MBG hingga NTB
Kejagung mengembangkan penyidikan dugaan korupsi program MBG ke NTB. Sejumlah ruangan Kejati NTB dipinjam untuk pemeriksaan saksi.
Pekerja membersihkan logo KPK, di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. - Antara/Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 2026. Dalam OTT ke-19 ini, jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) turut terjaring, termasuk Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa Akhmad Sodiq merupakan salah satu pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut. Penangkapan dilakukan KPK pada Jumat.
"Ada Rektor juga," kata Setyo di Jakarta, Jumat.
Selain Rektor Unsoed, KPK juga menangkap Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo.
Dengan demikian, sedikitnya tiga pejabat Rektorat Unsoed yang disebut telah terjaring dalam OTT tersebut adalah Akhmad Sodiq, Noor Farid, dan Norman Arie Prayogo.
Namun, informasi mengenai kemungkinan keterlibatan dua wakil rektor lainnya belum dipastikan oleh Ketua KPK.
Dua pejabat yang dimaksud ialah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Unsoed Prof. Waluyo Handoko.
Ketika ditanya apakah Kuat Puji Prayitno dan Waluyo Handoko juga terjaring OTT, Setyo mengatakan dirinya belum memperoleh informasi terbaru dari jajaran KPK.
"Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update," katanya.
KPK Punya Waktu 1 x 24 Jam
Setelah melakukan penangkapan melalui OTT, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Penentuan status tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Artinya, informasi mengenai status pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT ke-19 masih menunggu proses yang dilakukan KPK dalam batas waktu sebagaimana diatur dalam KUHAP.
OTT yang menyasar jajaran Rektorat Unsoed ini menjadi operasi tangkap tangan ke-19 yang dilakukan KPK selama 2026.
Sebelumnya, KPK memulai rangkaian OTT pada 2026 dengan operasi pertama pada 9-10 Januari. Dalam OTT tersebut, KPK menangkap delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
Rangkaian OTT KPK Sepanjang 2026
Pada Januari 2026, setelah OTT pertama, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. Dalam OTT kedua, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi.
Pada bulan yang sama, KPK melakukan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo.
Memasuki Februari 2026, KPK melakukan OTT keempat. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Masih pada Februari, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. OTT kelima menjaring mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Tidak berhenti di sana, KPK melakukan OTT keenam dengan menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.
Rangkaian operasi kemudian berlanjut pada Maret 2026. Pada bulan yang bertepatan dengan Ramadhan atau bulan puasa tersebut, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Ketiganya ditangkap dalam OTT yang berbeda.
Pada April 2026, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap dalam OTT ke-10.
Sementara itu, sepanjang Mei 2026 tidak ada OTT KPK.
OTT KPK Berlanjut pada Juni dan Juli
KPK kembali melakukan OTT pada Juni 2026. Operasi tersebut membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.
Setelah itu, KPK melakukan OTT ke-12 dengan menangkap Bupati Muara Enim Edison.
KPK kemudian melakukan OTT ke-13 yang melibatkan ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI. Operasi tersebut merupakan lanjutan dari tangkap tangan sebelumnya.
Masih pada Juni, KPK melakukan OTT ke-14 yang membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.
Memasuki Juli 2026, operasi tangkap tangan KPK kembali berlangsung. Pada bulan tersebut, KPK melakukan OTT ke-15 sampai dengan ke-18.
Sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian OTT pada Juli 2026 antara lain Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Kini, rangkaian operasi tangkap tangan KPK pada 2026 berlanjut ke OTT ke-19. Dalam operasi terbaru tersebut, Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq serta Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo disebut telah terjaring.
Sementara itu, KPK masih belum memberikan informasi terbaru mengenai apakah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko turut dibawa ke Jakarta.
Status hukum pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut juga masih menunggu keputusan KPK dalam waktu 1 x 24 jam sesuai dengan KUHAP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung mengembangkan penyidikan dugaan korupsi program MBG ke NTB. Sejumlah ruangan Kejati NTB dipinjam untuk pemeriksaan saksi.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Rektorat Unsoed yang diduga terkait penerimaan mahasiswa baru.
Lisa BLACKPINK raih 4 nominasi VMA 2026, total 10 nominasi sepanjang karier. Rekor solois K-pop terbanyak. Saksikan 27 September di LA.
Timnas U-20 Indonesia bersiap menghadapi Irak sebelum Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Indonesia diprediksi menang tipis 1-0.
Belanja material di Qhomemart Yogyakarta membawa keberuntungan bagi M. Ravi Ravelino yang memenangkan hadiah utama paket ibadah umrah.
Xiaomi menghentikan dukungan sejumlah HP dalam daftar EOL. Cek Xiaomi 12 Lite dan Redmi yang tak lagi mendapat update rutin