Gempa NTT, Kemenkes Aktifkan 9 HEOC dan Pulihkan RS Terdampak

Newswire
Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 10:47 WIB
Gempa NTT, Kemenkes Aktifkan 9 HEOC dan Pulihkan RS Terdampak

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sth/wpa.

Harianjogja.com, JOGJA— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemulihan layanan kesehatan setelah gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada delapan kabupaten/kota. Sebanyak sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) telah diaktifkan untuk memperkuat koordinasi, memantau perkembangan situasi, sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan di wilayah terdampak segera ditindaklanjuti.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemulihan rumah sakit menjadi perhatian utama karena fasilitas kesehatan harus kembali berfungsi optimal untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien dalam beberapa hari mendatang.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT), menyiapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan, serta mendistribusikan berbagai kebutuhan logistik kesehatan ke daerah yang terdampak gempa.

"Selain itu Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak," kata Menkes.

Kemenkes Targetkan RSUD Pulih dalam Sepekan

Kemenkes menargetkan seluruh RSUD yang terdampak dapat kembali menjalankan layanan dasar paling lama dalam satu minggu. Pemulihan diprioritaskan pada layanan yang bersifat esensial, termasuk operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis selama proses pemulihan fasilitas kesehatan berlangsung.

Pada 16 Agustus 2026, Kemenkes mendistribusikan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 oksigen konsentrator, serta dua tenda pos kesehatan.

"Selain itu sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan," ujar Menkes.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Dari pemantauan sementara, RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng menjadi dua fasilitas yang membutuhkan perhatian lebih. Untuk memperkuat pelayanan kesehatan di kedua lokasi tersebut, RS Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi bersama EMT telah bergerak pada 16 Agustus 2026.

RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Kondisi RSUD Nagekeo menjadi perhatian khusus karena fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat. Kemenkes kemudian mengirimkan satu set RS Mobil pada Senin (17/8) yang dilengkapi fasilitas operasi.

Keberadaan RS Mobil tersebut ditujukan untuk memastikan pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama fasilitas rumah sakit menjalani proses pemulihan.

Kemenkes juga menyiapkan dukungan untuk sistem rujukan apabila pasien dari Nagekeo membutuhkan pelayanan lebih lanjut. RSUD Borong dan RSUD Komodo dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan dengan mempertimbangkan target waktu rujukan yang telah ditetapkan sebelumnya.

RSUD Borong sebelumnya menjadi bagian dari Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam. Sementara itu, RSUD Komodo memiliki target waktu rujukan empat jam.

Puskesmas Rusak Ditargetkan Beroperasi Dua Pekan

Pemulihan tidak hanya diarahkan pada rumah sakit. Kemenkes juga menargetkan seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam waktu dua minggu, setidaknya untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi fokus agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan pascagempa.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan, Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas. Koordinasi mencakup percepatan pemulihan layanan, ketersediaan tenaga medis, serta pemenuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya.

"Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak," kata Menkes.

Pemulihan layanan kesehatan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga layanan dasar agar dapat berjalan. Pada saat yang sama, kapasitas fasilitas kesehatan dibangun kembali untuk menghadapi kebutuhan pelayanan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online