Pemkab Gunungkidul Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka untuk HUT RI
Pemkab Gunungkidul mengukuhkan 72 anggota Paskibraka dari 22 sekolah untuk bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, PARIGI MOUTONG—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Sabtu (15/8/2026) malam. Hingga Minggu (16/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut belum menerima laporan kerusakan rumah warga akibat guncangan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan kerusakan sementara dilaporkan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong.
"Kerusakan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong, sementara rumah warga belum ada laporan kerusakan," kata Moh Rivai saat dihubungi dari Palu, Minggu.
TRC BPBD Cek Kondisi di Pusat Gempa
BPBD Parigi Moutong masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi wilayah setelah gempa. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dikerahkan melakukan asesmen atau kaji cepat ke wilayah yang menjadi pusat gempa.
Petugas melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi terkini serta kemungkinan dampak yang belum dilaporkan.
"Petugas kami terus melakukan pemutakhiran di lapangan, meski saat ini belum ada data-data kerusakan yang dipublikasikan kepada masyarakat," ujarnya.
Gempa M6,2 Terjadi Sabtu Malam
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (15/8/2026) pukul 23.25 WITA.
Pusat gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 120,22 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 74 kilometer barat daya Kabupaten Parigi Moutong. Gempa tersebut memiliki kedalaman 44 kilometer.
BMKG menyampaikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Satu Warga Diduga Meninggal karena Serangan Jantung
Di tengah kejadian gempa Parigi Moutong, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD setempat juga melaporkan satu korban jiwa yang diduga mengalami serangan jantung saat gempa berlangsung.
Korban merupakan warga Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, bernama Wiwi Putri Thabah (29).
Informasi tersebut diperkuat surat kematian yang diterbitkan Pemerintah Desa Bugis Nomor 141/050/PM-DBS/SKK/VIII/2026. Surat tersebut menyebutkan Wiwi meninggal dunia pada Sabtu (16/8) pukul 01.00 WITA.
BPBD Parigi Moutong masih melakukan pemutakhiran data di lapangan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai dampak gempa magnitudo 6,2 tersebut.
BPBD Ingatkan Warga Waspadai Hoaks
BPBD juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Rivai meminta masyarakat memastikan informasi mengenai gempa Parigi Moutong berasal dari sumber resmi, terutama BMKG dan pemerintah daerah setempat.
"Pastikan informasi bersumber dari BMKG maupun pemerintah daerah (pemda) setempat. Jangan mudah terpancing dengan informasi hoaks terutama informasi yang beredar di media sosial," tutur Rivai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengukuhkan 72 anggota Paskibraka dari 22 sekolah untuk bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.