Prabowo Mau Bikin Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil

Newswire
Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 09:37 WIB
Prabowo Mau Bikin Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil

Ambulans - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menyiapkan ambulans udara hingga tim dokter terbang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Gagasan tersebut disiapkan karena masih ada wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan akibat keterbatasan transportasi.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah memang telah memiliki rencana pengembangan puskesmas di 514 kabupaten/kota. Namun, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut dinilai belum cukup menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses transportasi terbatas.

Karena itu, pemerintah akan menyiapkan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil. Armada tersebut dirancang dapat mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, hingga kawasan di pinggir sungai.

“Untuk itu, kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat kecil… supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa evakuasi kalau dia sakit,” kata Prabowo dalam pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Ibu Melahirkan Harus Tempuh Perjalanan 7-9 Jam

Prabowo menyampaikan rencana tersebut setelah menerima laporan mengenai masih adanya ibu yang meninggal ketika hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan panjang untuk memperoleh layanan kesehatan.

Menurut laporan yang diterimanya, perjalanan menuju fasilitas kesehatan dapat memakan waktu tujuh sampai sembilan jam. Kondisi tersebut terjadi akibat akses jalan yang buruk hingga jembatan yang tidak memadai.

Selain ambulans udara, pemerintah juga menyiapkan tim dokter terbang. Tim tersebut nantinya dapat diterbangkan langsung menuju lokasi masyarakat yang mengalami kondisi sakit berat maupun daerah yang terdampak bencana.

“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” kata Prabowo.

Renovasi 10.000 Puskesmas Mulai 2027

Rencana ambulans udara dan dokter terbang menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah. Mulai 2027, pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan di seluruh Indonesia.

Setiap puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar. Alokasi anggaran akan lebih besar bagi daerah yang lebih terpencil, terluar, dan tertinggal.

Program renovasi tersebut ditargetkan rampung paling lambat pada 2030. Pemerintah juga akan merenovasi dan membangun 514 laboratorium kesehatan masyarakat di 514 kabupaten/kota.

Menurut Prabowo, puskesmas perlu kembali diperkuat sebagai benteng pertama pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut menjadi pintu pertama masyarakat ketika membutuhkan layanan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, imunisasi bayi, pemantauan pertumbuhan anak hingga deteksi penyakit.

Pemerintah Targetkan 441 RSUD Dibangun atau Direvitalisasi

Penguatan puskesmas juga akan dilengkapi dengan pembangunan dan revitalisasi rumah sakit umum daerah atau RSUD.

Pemerintah menargetkan 441 RSUD dibangun atau direvitalisasi sehingga setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas kesehatan yang mampu menangani pasien secara cepat.

Sebelumnya, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit telah beroperasi.

Pemerintah juga telah membawa sejumlah peralatan kesehatan ke wilayah yang sebelumnya mengharuskan pasien dirujuk ke daerah lain dengan jarak jauh. Peralatan tersebut mencakup pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, dan ultrasonografi.

Kekurangan Dokter Masih Menjadi Tantangan

Prabowo menilai pembangunan serta penguatan infrastruktur kesehatan harus berjalan beriringan dengan penambahan tenaga medis. Pemerintah masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan dalam jumlah besar di berbagai daerah.

Kekurangan tersebut meliputi 84.781 dokter umum di 474 kabupaten/kota, 127.580 dokter gigi di 505 kabupaten/kota, serta 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten/kota.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.

Pemerintah juga membuka opsi mendatangkan dokter dari negara lain untuk periode tertentu. Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai cara yang lebih cepat untuk menutup kekurangan tenaga dokter karena kebutuhan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan penambahan lulusan dokter dalam negeri.

“Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktek di sini untuk waktu-waktu yang terbatas. Karena kalau kita menunggu lulusnya dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya,” kata Prabowo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online