Iran Siap Perang Panjang, Ini Syarat Pembukaan Hormuz

Newswire
Newswire Kamis, 13 Agustus 2026 13:07 WIB
Iran Siap Perang Panjang, Ini Syarat Pembukaan Hormuz

Selat Hormuz Iran. - ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Iran menegaskan belum akan menghentikan perang maupun membuka kembali akses Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan yang telah ditetapkan pemerintah Iran.

Penegasan itu disampaikan Mohsen Rezaei setelah ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC) baru pada Minggu (9/8). Sikap tersebut menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan tuntutannya di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.

“Pesan Iran jelas: Selat Hormuz tidak akan dibuka hingga AS menghentikan perang dan blokade, mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan, dan menyetujui gencatan senjata di Timur Tengah, termasuk di Lebanon dan Gaza,” kutip Rezaei melalui media sosial pada Selasa (11/8).

Iran Pertahankan Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Pernyataan Rezaei sejalan dengan tuntutan yang sebelumnya disampaikan pendahulunya, Mohammad Bagher Zolghadr, serta sejumlah petinggi Iran lainnya. Pemerintah Iran juga menyatakan kesanggupannya untuk melanjutkan perang melawan AS dan Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menilai tekanan dari Washington selama ini terus meningkat ketika jalur diplomasi dan sanksi tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.

“Setiap kali Washington gagal menempuh jalur diplomasi, mereka beralih ke sanksi. Ketika sanksi tersebut juga gagal menghasilkan hasil, mereka justru meningkatkan tekanannya,” ungkap Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran melalui media sosial.

Sementara itu, Penasihat utama komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi, menyatakan Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.

"Kita harus mencapai efek jera agar musuh tidak berani menyerang kami, sehingga kami dapat hidup dengan aman. Salah satu caranya adalah memperpanjang perang ini hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menimbulkan kerugian; sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan tahu bahwa ada konsekuensinya," kata Naqdi dalam wawancara dengan PBS.

Menurut Naqdi, angkatan bersenjata AS ternyata lebih lemah daripada yang sebelumnya diperkirakan Iran.

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz

Sikap Iran tersebut muncul sebagai respons terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, melansir dari Al Jazeera, Trump mengumumkan bahwa AS akan meminta Iran mengganti kerugian dan kerusakan akibat perang melalui skema kompensasi.

“Kami akan meminta Iran untuk mengganti kerugian atas kerusakan yang disebabkan selama 50 tahun terakhir. Apabila terdapat kerusakan yang harus diganti, saya menilai Iran yang harus mengganti rugi,” ucap Trump di Gedung Putih.

Berbeda dengan Iran, Trump mengklaim AS memiliki kontrol penuh terhadap akses wilayah Selat Hormuz. Dikutip dari France24, Trump juga menyatakan AS akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

“Kami hanya melakukan negosiasi secara setengah-setengah dengan mereka. Kami tahu bahwa Iran mengalami inflasi dan tidak memiliki dana sama sekali,” kata Trump.

Iran Belum Tunjukkan Tanda Hentikan Perang

Sejauh ini, Iran belum menunjukkan indikasi untuk melanjutkan negosiasi maupun menghentikan perang dengan AS. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga menyatakan keseriusannya untuk menerima ancaman dari AS, termasuk serangan terhadap infrastruktur nuklir dan masyarakat Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara IRGC Hossein Mohebbi pada Rabu (12/8). Ia memperingatkan adanya konsekuensi apabila Iran kembali mendapatkan ancaman.

“Jika Iran kembali diancam, ratusan ribu mil jaringan energi, ribuan pembangkit listrik, sistem-sistem milik AS maupun negara lain, serta infrastruktur global yang terhubung ke internet akan menghadapi ancaman,” ungkap juru bicara IRGC Hossein Mohebbi pada Rabu (12/8).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online