Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Arab Saudi

Newswire
Newswire Minggu, 20 September 2026 11:47 WIB
Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Arab Saudi

Ilustrasi, Milisi Houthi, Sanaa, Yaman./Antara-Reuters-Khaled Abdullah\r\n

Harianjogja.com, DOHA— Kelompok bersenjata Houthi mengklaim melancarkan dua operasi militer yang menyasar wilayah Arab Saudi pada Sabtu (19/9/2026). Serangan tersebut disebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis di ibu kota Riyadh dan fasilitas pengolahan minyak milik perusahaan pemerintah Saudi, Aramco, di Yanbu.

Houthi saat ini menguasai wilayah utara Yaman. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyampaikan klaim serangan tersebut melalui aplikasi pesan Telegram.

"Operasi militer pertama diarahkan pada fasilitas-fasilitas strategis yang penting di ibu kota Saudi, Riyadh, dan operasi kedua menyasar fasilitas Aramco di Yanbu," ungkap Yahya Saree.

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman. Di sisi lain, Koalisi Arab menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Riyadh.

Rudal Houthi ke Riyadh Dicegat

Juru bicara Koalisi Arab Mayor Jenderal Turki Al-Maliki menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal pada Sabtu pagi (19/9/2026).

"Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi ke arah kota Riyadh pada Sabtu subuh," demikian tulis pernyataan tersebut.

Sementara itu, sejumlah media melaporkan adanya kebakaran besar di sebuah fasilitas penyimpanan bahan bakar yang berada di dekat bandara Riyadh.

Laporan tersebut muncul setelah sejumlah ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi menyusul peringatan serangan udara. Stasiun televisi Al Araby melaporkan kejadian itu pada Sabtu.

Ledakan Terdengar di Provinsi Riyadh

Menurut laporan media penyiaran tersebut, sejumlah ledakan terjadi di Provinsi Riyadh untuk pertama kalinya sejak konflik antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi dari Yaman pecah pada pertengahan Juli.

Ledakan juga terdengar di Provinsi Al-Kharj yang berada di wilayah sekitar Riyadh.

Perkembangan tersebut menambah rangkaian insiden yang terjadi di wilayah Arab Saudi. Sebelumnya, pada Kamis (17/9/2026), seorang warga negara Yaman tewas dan seorang lainnya terluka akibat serpihan pesawat nirawak atau drone yang jatuh di Provinsi Taif, Arab Saudi bagian barat.

Dinas Pertahanan Sipil Saudi menyebut seorang warga Arab Saudi juga terluka dalam insiden tersebut.

Selain korban luka dan meninggal, sejumlah bangunan serta kendaraan mengalami kerusakan akibat insiden itu.

Perkembangan serangan di Riyadh dan klaim Houthi mengenai target Aramco di Yanbu berlangsung bersamaan dengan pernyataan Koalisi Arab mengenai keberhasilan sistem pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online