Tragis, Ayah dan Anak Tewas Tertimbun Material Longsor di Rumah

Newswire
Newswire Sabtu, 31 Oktober 2026 11:57 WIB
Tragis, Ayah dan Anak Tewas Tertimbun Material Longsor di Rumah

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, LUMAJANG—Bencana tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menewaskan seorang ayah bernama Imron Rosadi (40) dan anaknya, Hilya (9), Sabtu. Rumah yang ditempati keduanya tertimpa material longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras selama berjam-jam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah Kecamatan Pronojiwo.

"Terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah milik Imron Rosadi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat timbunan longsor dampak dari curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo," kata Isnugroho, Sabtu.

Hujan mulai mengguyur wilayah Desa Tamanayu pada Jumat (30/10/2026) siang hingga Sabtu dini hari. Kondisi cuaca yang masih buruk sempat menghambat warga untuk mendatangi lokasi kejadian dan memberikan pertolongan.

Warga Terkendala Hujan Deras dan Kabut Tebal

Isnugroho menjelaskan laporan awal kejadian longsor diterima sekitar pukul 02.10 WIB. Saat itu, material tanah menimpa rumah yang ditempati Imron dan keluarganya.

Namun, warga sekitar belum berani menuju lokasi untuk melakukan pertolongan. Selain hujan masih deras, kawasan tersebut juga diselimuti kabut tebal dan mengalami pemadaman listrik.

"Pada pukul 02.10 WIB dikabarkan terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah Imron Rosadi, namun warga sekitar belum berani menuju lokasi kejadian untuk memberi pertolongan karena hujan yang mengguyur masih deras, kabut tebal, dan listrik padam," tuturnya.

Setelah hujan mulai reda sekitar pukul 04.30 WIB, warga berdatangan untuk memeriksa kondisi lokasi longsor. Saat itulah Imron dan anaknya, Hilya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimpa material tanah.

Sekitar pukul 05.00 WIB, warga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan dan pihak desa. Warga kemudian berupaya mengevakuasi kedua korban.

"Pada pukul 05.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan dan ke pihak desa, kemudian berusaha melakukan evakuasi korban. Kedua korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dilanjutkan prosesi pemakaman di kampung orang tua korban," katanya.

Longsor Rusak Sejumlah Bagian Rumah

Selain menimbulkan korban jiwa, tanah longsor juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian rumah Imron. Area yang terdampak meliputi dapur, kamar mandi, kamar belakang, dan gudang.

Aparat keamanan bersama perangkat desa dan warga sekitar bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa bangunan rumah korban.

Isnugroho menjelaskan longsor juga berdampak terhadap rumah milik dua tetangga korban, yakni Soleman dan Wardi.

"Pagar rumah milik Soleman runtuh menimpa rumah korban Imron Rosadi, sedangkan longsor juga menyebabkan kerusakan bagian dapur hingga tertimbun tanah longsor milik Wardi, yang juga tetangga korban," ujarnya.

Menurut Isnugroho, rumah Imron berada di bawah tebing yang di bagian atasnya terdapat rumah milik Soleman. Kondisi tersebut membuat rumah korban terdampak material longsor setelah hujan deras berlangsung cukup lama.

"Diperkirakan panjang titik longsor sekitar 8 meter dengan ketinggian 10 meter yang menimpa bangunan dapur, kamar belakang, kamar mandi rumah korban," katanya.

BPBD Lumajang Ingatkan Warga Rawan Longsor

Menyusul kejadian tersebut, BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Isnugroho secara khusus menyoroti kondisi permukiman warga di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu. Sebagian rumah di kawasan tersebut berada di sebelah tebing yang cukup tinggi sehingga memiliki kerawanan terhadap bencana tanah longsor.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online