Peluru Bersarang di Pipi Korban Penembakan Boyolali, Pelaku Belum Tertangkap
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfud, atau akrab disapa Gus Kikin. /Youtube-Setkab.
Harianjogja.com, JAKARTA— Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dan terpilihnya Abdul Halim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Puan berharap kepemimpinan baru tersebut membawa NU semakin baik dalam menjalankan tugas organisasi ke depan.
Puan juga menyampaikan selamat kepada Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar. Menurutnya, setelah seluruh rangkaian Muktamar NU selesai, organisasi tersebut diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan semakin baik.
"Untuk Muktamar NU, pimpinan menyampaikan selamat atas sudah terselenggaranya dan berjalannya dengan baik dan lancar Muktamar NU, dan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum, juga Rais Aam Bapak K.H. Miftachul Akhyar. Semoga dengan sudah selesainya Muktamar NU ini, NU akan semakin berjalan dengan baik dan menjalankan semua yang harus dilaksanakan semakin baik ke depannya," katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (1/9/2026).
Gus Kikin Terpilih melalui Musyawarah AHWA
Abdul Halim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 melalui musyawarah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Berdasarkan situs nu.or.id, penetapan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi. Keputusan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Penetapan Gus Kikin dibacakan salah satu anggota AHWA, Anwar Iskandar. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah lima nama calon dibahas dalam musyawarah.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar.
Musyawarah AHWA Berlangsung 40 Menit
Proses pemilihan Ketua Umum PBNU melalui AHWA berlangsung dalam suasana khidmat. Musyawarah tersebut berlangsung sekitar 40 menit, dimulai pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.
Anwar menjelaskan forum tersebut secara khusus membahas pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa khidmah 2026–2031.
“Telah dilaksanakan musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi untuk memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 mulai pukul 06.20 sampai dengan pukul 07.00 waktu Indonesia bagian Barat,” ujarnya.
Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU telah disepakati oleh sembilan anggota AHWA. Mereka adalah Nurul Huda Jazuli, Nuruzzahri Yahya, Baharuddin, Miftachul Akhyar, Afifuddin Muhajir, Anwar Iskandar, Abun Bunyamin, Anwar Manshur, dan Said Aqil Siroj.
Terpilihnya Gus Kikin tersebut kemudian mendapat ucapan selamat dari Puan Maharani. Ketua DPR RI itu berharap berakhirnya Muktamar NU menjadi momentum bagi organisasi tersebut untuk menjalankan tugas-tugasnya secara semakin baik ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 17 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 17 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.