Korban Gempa Venezuela Capai 3.685 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Newswire
Newswire Rabu, 08 Juli 2026 12:37 WIB
Korban Gempa Venezuela Capai 3.685 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Kehancuran dahsyat di kawasan Caraballeda dan Caribe di kota pesisir La Guaira, Venezuela, pada 4 Juli 2026—wilayah yang paling parah terdampak oleh dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang baru saja terjadi.. ANTARA/Cem Tekkeşinoğlu - Anadolu Agency /pri.

Harianjogja.com, MEXICO CITY—Korban meninggal akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga awal Juli, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 3.685 orang.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, sementara 6.462 orang berhasil diselamatkan.

“Sebanyak 3.685 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 telah diselamatkan,” ujar Rodriguez melalui akun Telegram, Senin (6/7/2026).

Puluhan Ribu Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Dampak gempa juga menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Data terbaru menunjukkan sebanyak 17.907 orang masih mengungsi, sementara 86.794 keluarga telah menerima bantuan kemanusiaan.

Pemerintah Venezuela bersama berbagai pihak telah mendirikan 87 kamp sementara di sejumlah wilayah terdampak. Selain itu, bantuan logistik terus disalurkan, termasuk 9.603 ton makanan dan lebih dari 8,32 juta liter air bersih.

Sebanyak 25.970 warga juga telah mendapatkan layanan medis sejak bencana terjadi.

Gempa Kembar Berkekuatan Besar

Bencana ini dipicu oleh dua gempa kuat yang terjadi dalam waktu berdekatan pada 24 Juni. Gempa pertama bermagnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat.

Hanya berselang 39 detik, gempa kedua yang lebih besar dengan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah tersebut, memperparah kerusakan yang terjadi.

Guncangan beruntun ini menyebabkan kerusakan material dalam skala luas di negara pesisir utara Amerika Selatan tersebut.

Bantuan Internasional Mengalir

Pemerintah Venezuela juga menerima bantuan dari berbagai negara, termasuk China. Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

Menurut Gil, bantuan dari China merupakan salah satu yang terbesar dan paling signifikan, mencakup tenda pengungsi, generator berbahan bakar bensin dan solar, generator tenaga surya, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya.

Ia menilai bantuan tersebut mencerminkan kuatnya kemitraan strategis antara Venezuela dan China, terutama dalam situasi krisis.

“Bantuan ini menunjukkan kemitraan strategis yang telah lama terjalin, bahkan dalam kondisi sulit,” ujarnya.

Pemerintah Venezuela diketahui telah berkoordinasi dengan China sejak awal penanganan bencana, di bawah arahan Penjabat Presiden Delcy Rodriguez.

Kerusakan Luas dan Upaya Pemulihan

Data resmi terbaru menunjukkan bahwa gempa kembar tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur secara luas.

Upaya pemulihan masih terus dilakukan, termasuk penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi dan perbaikan fasilitas vital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online