40.000 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi pada Oktober 2026

Newswire
Newswire Minggu, 05 Juli 2026 03:37 WIB
40.000 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi pada Oktober 2026

Petugas memasang plang penanda Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Banguntapan di kompleks kalurahan setempat, Selasa (14/10/2025). Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, MAKASSAR — Pemerintah menargetkan sebanyak 40.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) rampung dan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Program ini digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan saat ini pemerintah fokus menyelesaikan pembangunan puluhan ribu koperasi tersebut agar bisa segera melayani masyarakat.

“Saat ini fokus kita menyelesaikan. Saya sudah rapat dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Tahun ini targetnya 40 ribu, bahkan sudah mendekati 36 ribu lebih,” ujar Zulhas usai menghadiri Pelantikan dan Rapat Koordinasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se-Sulsel di Makassar, Sabtu (4/7/2026).

Ia menegaskan, seluruh KDMP ditargetkan rampung pada September 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Oktober. Menurutnya, keberadaan koperasi desa ini akan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.

“Fokusnya sekarang bagaimana koperasi ini bisa jalan dengan baik. Nanti tahun depan kita evaluasi dan lihat perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Zulhas juga mengungkapkan, ke depan berbagai program bantuan pemerintah akan dipusatkan melalui KDMP agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran. Bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan dasar masyarakat akan disalurkan melalui koperasi desa.

“Nanti bantuan sosial, alsintan, sampai kebutuhan lain akan disalurkan lewat koperasi. Bahkan pembayaran listrik, telepon, hingga distribusi pupuk subsidi dan gas juga bisa dilakukan di koperasi,” ungkapnya.

Selain sebagai pusat distribusi, KDMP juga diproyeksikan menjadi offtaker atau pembeli langsung hasil produksi petani dan nelayan. Dengan skema ini, pemerintah berharap harga komoditas lebih stabil dan menguntungkan bagi produsen di desa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung operasional KDMP. Namun, pelaksanaannya tetap menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu petunjuk dari kementerian terkait, termasuk soal penetapan jumlah dan kriteria koperasi. Semua akan disesuaikan dengan kebijakan pusat,” ujar Jufri.

Ia menambahkan, saat ini sebanyak 3.059 pengurus koperasi telah terbentuk dan tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari persiapan operasional KDMP.

Program Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara merata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online