Awan Pelangi Bogor Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena awan pelangi Bogor viral, ini penjelasan ilmiah BRIN dan NASA soal iridescent cloud.
Foto ilustrasi: Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA— Status Gunung Anak Krakatau pada Jumat (3/7/2026) masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Berdasarkan laporan pengamatan melalui laman Magma Indonesia, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih terekam dalam periode pengamatan terbaru. Petugas mencatat terjadi empat kali gempa hybrid atau fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, serta satu kejadian tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Rincian aktivitas kegempaan yang tercatat meliputi:
Secara visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut pada tingkat 0–III. Asap dari kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan mencapai ketinggian sekitar 10–100 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Ombak laut di sekitar kawasan gunung juga terpantau tenang. Sementara itu, suhu udara berkisar 26,4–27 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 78 hingga 83 persen.
Meski belum terjadi peningkatan status, PVMBG tetap mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Gunung Anak Krakatau berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada koordinat 6,102 derajat Lintang Selatan dan 105,423 derajat Bujur Timur, dengan ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Anak Krakatau adalah gunung api aktif yang terletak di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Lahir pada tahun 1927 di area kaldera purba akibat letusan dahsyat Krakatau pada 1883, gunung ini terus tumbuh dan mengalami erupsi berkala hingga saat ini. Keberadaannya menjadi laboratorium alam yang sangat menarik bagi para peneliti vulkanologi dunia, sekaligus menjadi pengingat akan kekuatan geologis bumi yang luar biasa di kawasan cincin api Pasifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Fenomena awan pelangi Bogor viral, ini penjelasan ilmiah BRIN dan NASA soal iridescent cloud.
Kemenhut melepasliarkan lima Orangutan Kalimantan di TN Betung Kerihun usai rehabilitasi untuk memperkuat populasi satwa dilindungi di alam liar.
Program Magang Nasional 2026 dibuka dengan kuota 150.000 peserta. Simak cara daftar, jadwal seleksi, syarat, dan besaran gajinya.
Dishub Bantul mengoptimalkan parkir Pantai Parangtritis saat libur sekolah dengan papan petunjuk, evaluasi TPR, dan antisipasi rekayasa lalu lintas.
Menkeu Purbaya menegaskan setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo melalui kajian fiskal. Defisit APBN dijaga di bawah 3 persen PDB.
Delapan biksu tewas setelah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand.