Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, PVMBG Minta Warga Waspada Erupsi

Newswire
Newswire Jum'at, 22 Mei 2026 19:27 WIB
Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, PVMBG Minta Warga Waspada Erupsi

Kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara hasil pemantauan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Harianjogja.com, MEDAN — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas tersebut ditandai dengan terekamnya getaran menerus atau tremor sejak Kamis (21/5/2026) malam.

“Tim PVMBG mencatat tremor dengan amplitudo maksimum 4 milimeter sejak pukul 23.53 WIB dan masih berlangsung hingga siang ini,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Tremor dan Gempa Vulkanik Meningkat

Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, selain tremor juga terekam sejumlah aktivitas kegempaan lain, seperti gempa hembusan, gempa low frequency, hingga gempa hybrid yang sebelumnya jarang muncul.

Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di sistem magmatik Gunung Sinabung yang perlu diwaspadai secara serius.

Potensi Erupsi Freatik hingga Magmatik

Lana menjelaskan, peningkatan aktivitas vulkanik tersebut berpotensi memicu erupsi freatik maupun erupsi magmatik. Selain itu, terdapat kemungkinan pembongkaran kubah lava di area puncak gunung.

Hasil pengamatan visual juga menunjukkan adanya hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian mencapai 50 hingga 500 meter dari kubah lava.

Imbauan Radius Aman Diperketat

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Selain itu, terdapat zona bahaya sektoral sejauh 3,5 kilometer di arah selatan–timur gunung.

Selain ancaman erupsi langsung, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan yang dapat mengalir melalui sungai di sektor barat daya.

Koordinasi Darurat Diperkuat

Pemerintah daerah bersama BPBD diminta terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung. Langkah ini penting untuk memastikan informasi aktivitas gunung dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan bahwa masyarakat harus selalu mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Waspada Aktivitas Vulkanik Berlanjut

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Sinabung masih terus dipantau intensif. Peningkatan kegempaan yang terjadi menjadi indikator bahwa dinamika magma di bawah permukaan masih aktif dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan erupsi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online