Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Km

Newswire
Newswire Jum'at, 19 Juni 2026 13:27 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Km

Gunung Semeru erupsi Jumat, awan panas guguran meluncur sejauh 4,5 kmGunung Semeru di Jawa Timur erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4,5 km pada Jumat (19/6/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG/aa.

Harianjogja.com, LUMAJANG—Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan erupsi disertai awan panas guguran (APG) pada Jumat (19/6/2026) pagi.

Erupsi terjadi sekitar pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta barat laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa erupsi tersebut juga memicu awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

“Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer,” ujarnya.

Berdasarkan catatan petugas, dalam periode yang sama Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Tak hanya itu, zona berbahaya juga mencakup radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung. Area ini rawan terhadap lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, seperti awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.

Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama.

Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, warga di sekitar kawasan Semeru diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait serta mematuhi seluruh rekomendasi guna meminimalkan risiko bencana.

Peningkatan aktivitas Gunung Semeru ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana, terutama di kawasan cincin api (Ring of Fire) seperti Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online