Nakhoda Kapal Virgo Jadi Tersangka, Manajemen Beri Pendampingan Hukum
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
UJB mengembangkan Lembah Oyo Kedungjati sebagai green tourism untuk menguatkan ekonomi lokal dan menjaga lingkungan. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalankan program Pemberdayaan Wilayah (PW) pada 2026. Program tersebut diarahkan untuk merevitalisasi manajemen wisata kawasan Sungai Oyo di Dusun Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Tim multidisiplin yang menjalankan program terdiri atas Danang Wahyudi dari Program Studi Manajemen UJB, Sukamto dari Program Studi Teknik Mesin UJB, Rini Raharti dari Program Studi Ekonomi Pembangunan UJB, serta Hermawan Prasetyanto dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta. Pelaksanaan program juga didukung empat mahasiswa UJB.
"Pengembangan Lembah Oyo tidak hanya melihat pariwisata sebagai kegiatan rekreasi. Dalam perspektif pembangunan ekonomi, pariwisata menjadi salah satu sektor yang dapat menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha masyarakat, serta meningkatkan perputaran ekonomi lokal," Rini Raharti dikutip Minggu (16/8/2026).
Namun, pertumbuhan sektor wisata juga memiliki konsekuensi terhadap lingkungan apabila tidak disertai tata kelola yang tepat. Karena itu, peningkatan jumlah wisatawan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pengembangan destinasi.
"Peningkatan kunjungan wisatawan yang tidak mempertimbangkan kapasitas destinasi dapat meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Oleh sebab itu, keberhasilan pengembangan destinasi tidak cukup diukur dari kemampuan menarik wisatawan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan manfaat ekonomi yang berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan," katanya.
Kondisi tersebut menjadi penting dalam pengembangan Lembah Oyo Kedungjati. Bentang alam sungai, aktivitas wisata berbasis air, serta kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya menjadi modal bagi pengembangan ekonomi pariwisata.
Sungai juga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar sumber daya ekologis. Keberadaan sungai dapat memberikan nilai rekreatif dan estetis bagi wisatawan.
Dalam perspektif ekonomi lingkungan, manfaat tersebut dikenal sebagai amenity value, yakni manfaat yang diperoleh masyarakat dari kualitas lingkungan tanpa harus mengonsumsi sumber daya tersebut secara langsung. Pengelolaan yang tepat memungkinkan potensi alam Lembah Oyo menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mempertahankan fungsi ekologisnya.
Sustainable Tourism Jadi Landasan Pengembangan
Danang Wahyudi mengatakan prinsip sustainable tourism dapat menjadi landasan dalam menentukan arah pengembangan destinasi Lembah Oyo. Pendekatan tersebut menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu kerangka yang harus berjalan seimbang.
"Konsep sustainable tourism memberikan landasan penting dalam menentukan arah pengembangan destinasi. Pariwisata berkelanjutan menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai komponen yang harus berjalan secara seimbang," imbuh Danang Wahyudi
Dari sisi ekonomi, destinasi perlu menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja. Pada aspek sosial, masyarakat lokal harus mendapatkan ruang untuk berpartisipasi sekaligus menikmati manfaat pembangunan.
Sementara dari sisi lingkungan, sumber daya alam harus dijaga agar tetap mampu menopang aktivitas wisata dalam jangka panjang. Karena itu, pengembangan Lembah Oyo diarahkan pada keberlanjutan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan dan penerimaan ekonomi dalam waktu singkat.
Prinsip keberlanjutan tersebut dapat diperkuat melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT). Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai aktor sentral dalam pengembangan destinasi. Masyarakat lokal tidak hanya berperan sebagai tenaga pendukung kegiatan wisata. Mereka perlu dilibatkan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pengelolaan, hingga distribusi manfaat ekonomi.
"Pendekatan ini sangat relevan bagi Lembah Oyo karena keberhasilan pengelolaan destinasi sangat bergantung pada kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal dalam mengoptimalkan sekaligus menjaga sumber daya yang dimiliki," kata Sukamto dari Program Studi Teknik Mesin UJB.
Pengembangan pariwisata Lembah Oyo juga diarahkan untuk memperkuat local economic development. UMKM kuliner, jasa transportasi, pemandu wisata, penyedia akomodasi, pengrajin, hingga pelaku ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata. Keterhubungan tersebut diharapkan memperbesar peluang distribusi pendapatan yang lebih merata di tingkat lokal.
"Ini akan menghasilkan multiplier effect yang menjadi salah satu karakter penting ekonomi pariwisata. Pengeluaran wisatawan tidak berhenti pada pembayaran tiket atau penggunaan fasilitas wisata, tetapi dapat terus berputar melalui pembelian makanan, produk lokal, jasa transportasi, cendera mata, maupun layanan lainnya," ujar Hermawan.
Pertumbuhan aktivitas wisata juga harus memperhatikan carrying capacity atau daya dukung destinasi. Setiap kawasan memiliki batas kemampuan ekologis, sosial, dan fisik dalam menerima aktivitas manusia.
Jika jumlah wisatawan dan intensitas kegiatan melampaui kapasitas kawasan, kualitas lingkungan berisiko menurun. Pencemaran sungai, peningkatan sampah, kerusakan vegetasi, dan gangguan terhadap ekosistem dapat terjadi apabila aktivitas wisata tidak dikelola berdasarkan daya dukung.
"Paradigma green tourism menjadi relevan untuk dikembangkan di Lembah Oyo Kedungjati. Aktivitas pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial dengan tetap meminimalkan dampak terhadap lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
Daftar 30 kereta ekonomi New Generation Oktober 2026, terdiri dari rangkaian modifikasi dan Stainless Steel New Generation.
Portugal menang 4-2 atas Denmark di Nations League tanpa Cristiano Ronaldo. João Félix menjadi penentu kemenangan pada menit ke-87.