Nanik Sudaryati Deyang Jadi Kepala BGN, Hartanya Capai Rp6,3 Miliar

Jumali
Jumali Rabu, 03 Juni 2026 12:37 WIB
Nanik Sudaryati Deyang Jadi Kepala BGN, Hartanya Capai Rp6,3 Miliar

Nanik Sudaryati Deyang/Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian tersebut diumumkan bersamaan dengan perombakan jajaran pimpinan BGN yang dilakukan pemerintah pada Selasa (2/6/2026).

Pengangkatan Nanik disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

Selain menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Berawal dari Dunia Jurnalistik

Dilansir dari berbagai sumber, sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak September 2025.

Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968, tersebut mengawali kariernya sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah Kelompok Kompas Gramedia. Kariernya kemudian berkembang hingga dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah Femme dan direktur utama Tabloid Info Kecantikan.

Perjalanan karier Nanik kemudian berlanjut ke dunia politik. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029. Pada Juni 2025, ia juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen Pertamina.

Nama Nanik sempat menjadi perhatian publik pada 2018 saat diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan kasus hoaks yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet. Namun kariernya di pemerintahan tetap berlanjut hingga kini dipercaya memimpin BGN.

Harta Kekayaan Capai Rp6,3 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 17 Januari 2025, total kekayaan Nanik mencapai Rp6,3 miliar.

Sebagian besar hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp5,4 miliar yang tersebar di Bekasi dan Depok.

Beberapa aset properti yang dilaporkan antara lain rumah dan tanah di Bekasi senilai Rp700 juta serta sejumlah tanah dan bangunan di Depok dengan nilai bervariasi mulai Rp163,5 juta hingga Rp1,5 miliar.

Selain aset properti, Nanik juga memiliki tiga kendaraan dengan total nilai Rp705 juta, yakni:

- BMW 520I CKD A/T tahun 2014 senilai Rp460 juta.
- Toyota Avanza 1.300 G tahun 2007 senilai Rp65 juta.
- Toyota Fortuner 2.7 Lux A/T tahun 2013 senilai Rp180 juta.

Sementara itu, kas dan setara kas yang dimilikinya tercatat sebesar Rp196,29 juta.

Tantangan Besar Mengawal Program MBG

Sebagai Kepala BGN, Nanik akan memimpin pelaksanaan berbagai program pemenuhan gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

BGN merupakan lembaga yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 61,99 juta penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, balita, dan ibu hamil. Pemerintah menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi 82,9 juta orang pada akhir 2026.

Selain memperluas cakupan program, BGN juga bertanggung jawab memastikan standar gizi, keamanan pangan, dan higienitas layanan di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan operasional program berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Evaluasi Jadi Dasar Pergantian Pimpinan

Pemerintah menyatakan pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi internal terkait tata kelola organisasi dan pelaksanaan standar operasional prosedur.

Perombakan tersebut terjadi di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Dengan pengalaman di bidang komunikasi, media, dan pemerintahan, Nanik Sudaryati Deyang kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online