BGN Tangguhkan 2.213 Dapur MBG, Ribuan SPPG Belum Penuhi Standar
BGN menangguhkan 2.213 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena belum memenuhi standar manajemen, sanitasi, dan layanan penerima manfaat.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan terobosan baru untuk memperkuat pasokan susu nasional sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diberi nama Dapur Susu Indonesia (Dasi), yang dirancang sebagai unit pengolahan susu skala kecil terintegrasi langsung dengan dapur penyedia gizi di daerah.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan susu dalam program MBG, tetapi juga membuka pasar baru bagi peternak lokal. Dengan skema ini, susu segar hasil peternak dapat langsung diolah dan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar.
“Konsep Dasi ini menjadi jembatan antara produksi peternak dan kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Makmun, satu unit Dasi dapat dibangun dengan investasi di bawah Rp5 miliar dan mampu menyuplai kebutuhan susu untuk lima hingga sepuluh SPPG. Model ini dinilai efisien dan mudah direplikasi di berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa yang selama ini belum optimal dalam pengembangan sapi perah.
Ia mencontohkan, peternakan dengan kapasitas 100 hingga 200 ekor sapi perah sudah cukup untuk menopang operasional satu unit dapur susu. Dengan dukungan teknologi pengolahan, distribusi susu bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kementan juga menilai peluang pengembangan sapi perah di Indonesia masih sangat luas, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara dan Indonesia Timur. Bahkan, perkembangan teknologi memungkinkan peternakan sapi perah kini tidak lagi bergantung pada dataran tinggi.
“Sekarang sudah banyak peternakan di dataran rendah yang berhasil, seperti di Subang dan Brebes,” kata Makmun.
Program MBG sendiri menjadi momentum strategis karena memasukkan susu sebagai salah satu menu utama. Dengan adanya kepastian pasar dari program pemerintah, peternak kecil kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang tanpa harus bersaing langsung dengan industri besar.
Saat ini, populasi sapi perah nasional tercatat sekitar 540 ribu ekor, dengan lebih dari 90 persen dikelola peternak rakyat. Namun, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional, sehingga ketergantungan impor masih cukup tinggi.
Pemerintah pun terus mendorong peningkatan produktivitas melalui perbaikan kualitas pakan, kesehatan ternak, serta penambahan populasi sapi perah. Targetnya, produksi susu per ekor yang saat ini masih di bawah 20 liter per hari bisa meningkat hingga 25 liter per hari.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah bersama pelaku usaha telah mengimpor hampir 15 ribu sapi bunting sepanjang tahun lalu guna mempercepat peningkatan populasi.
Dari sisi industri, peningkatan permintaan susu akibat program MBG juga mulai dirasakan. General Manager Research and Development PT Indolakto, Tjatur Lestijaman, menyebut pihaknya harus menambah kapasitas produksi untuk mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat.
“Permintaan naik signifikan, sehingga kami perlu melakukan investasi baru untuk meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.
Dengan hadirnya Dapur Susu Indonesia, pemerintah berharap ekosistem industri susu nasional semakin kuat, mulai dari peternak, pengolahan, hingga distribusi. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperbaiki gizi masyarakat dan mengurangi ketergantungan impor susu secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menangguhkan 2.213 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena belum memenuhi standar manajemen, sanitasi, dan layanan penerima manfaat.
BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sleman tingkatkan perlindungan ojek online. Risiko tinggi di jalan jadi alasan utama dorong kepesertaan.
PLN pastikan tarif listrik April–Juni 2026 tidak naik. Lonjakan tagihan dipicu peningkatan pemakaian listrik.
Kemdiktisaintek usut dugaan fabrikasi riset WNI di konferensi internasional Denmark. Citra akademisi Indonesia terancam.
Pemerintah revisi aturan PPh UMKM 0,5 persen lewat PP 20/2026. Akses dipersempit, profesi tertentu tak lagi dapat fasilitas.
Kementan siapkan Dapur Susu Indonesia untuk dukung program MBG. Serap susu peternak lokal dan kurangi impor.