PM Thailand Anutin Tiba di Istana, Disambut Prabowo
PM Thailand Anutin Charnvirakul bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.
Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo (tengah) bersama jajaran saat konferensi pers pada Selasa (24/2/2026) - Bisnis/Rizqi Rajendra\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) masih menjadi sorotan. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mengaku belum dapat membenarkan kabar tersebut dan meminta agar informasi pengadaan dikonfirmasi kepada pihak yang pertama kali menyampaikannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Joao usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/7/2026).
Joao menjelaskan PT Agrinas Pangan Nusantara telah ditugaskan untuk mengelola Kopdes Merah Putih selama dua tahun. Penugasan tersebut mencakup pembangunan, pengadaan, serta menjalankan operasional koperasi.
Saat ditanya mengenai kabar pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun, Joao tidak membenarkan nilai pengadaan yang beredar di publik.
"Tanya yang ngomong, nanti udah selesai ngomong nanti saja jelaskan," kata Joao.
Menurutnya, pembahasan terkait pengadaan kipas angin masih berkembang di media sehingga dirinya memilih belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Itu kan [kipas angin] sarana prasarana, tapi kan kalau kipas bukan saya yang ngomong. Tanya sama yang ngomong. Biar kalian [media] muatin dulu, biar ramai dulu. Nanti saya jelaskan satu kali kan selesai. Kalau sekarang nanti enggak selesai-selesai," katanya.
Joao juga menyatakan PT Agrinas Pangan Nusantara hingga saat ini belum menerima alokasi anggaran untuk pengembangan program Kopdes Merah Putih.
"Nanti saya tanya ke Pak Menkeu [Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa], Kemenkeu [Kementerian Keuangan] sudah kasih uang belum? Saya belum merasa, gitu," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak mengelola secara langsung pengadaan barang dalam program Kopdes Merah Putih. Pemerintah, kata dia, hanya membayar cicilan pinjaman bank yang digunakan dalam skema pembiayaan program tersebut.
Purbaya menyampaikan hal tersebut saat dimintai tanggapan mengenai isu anggaran Kopdes Merah Putih, termasuk kabar pengadaan kipas angin yang nilainya disebut mencapai triliunan rupiah.
Ketika ditanya mengenai pengadaan kipas angin, Purbaya mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
"Kipas? Saya enggak tahu yang... saya enggak tahu. Nanti saya cek," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Respons serupa juga disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantoro. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti pengadaan kipas angin untuk Kopdes Merah Putih yang disebut-sebut memakan anggaran hingga Rp1,8 triliun.
"Soal kipas angin, saya tidak tahu. Pengadaannya bukan di kami, tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya model Imatsu MDF harganya di Shopee ini Rp11.464.000. Saya tidak tahu persis," kata Ferry dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026).
Pernyataan Ferry merupakan jawaban atas pertanyaan Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam dari Fraksi PDI Perjuangan yang mempertanyakan kebenaran anggaran triliunan rupiah yang disebut disiapkan untuk membeli kipas angin dalam program Kopdes Merah Putih.
Dalam kesempatan yang sama, Mufti menilai pengadaan tersebut belum diketahui secara jelas oleh pemerintah. Ia juga menyebut sejumlah pihak terkait belum memberikan penjelasan yang pasti.
"Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp1,8 triliun betul tidak Pak?" ujarnya.
Mufti turut membandingkan harga produk kipas angin yang tersedia di marketplace yang dinilai berpotensi menghemat anggaran. Selain itu, ia meminta Kementerian Koperasi membuat dasbor perincian pengadaan barang dalam program Kopdes Merah Putih yang dapat diakses oleh publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PM Thailand Anutin Charnvirakul bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026 melawan Nepal dan Jepang lengkap dengan jam pertandingan dan venue.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana