Libur Panjang Kenaikan Yesus, Korlantas Siaga 24 Jam
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Pasar properti di DIY tetap optimistis di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi. Para pengembang berinovasi dengan mengusung berbagai konsep untuk menggaet pasar. /Istimewa.
Harianjogja.com JOGJA—Pasar properti di DIY tetap optimistis di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi. Para pengembang berinovasi dengan mengusung berbagai konsep untuk menggaet pasar. Terbaru, pengembang meluncurkan proyek hunian eksklusif yang menawarkan konsep desain modern tropical di lokasi strategis wilayah Sidoarum, Godean, Sleman.
Pengembang Proyek Grand Vista Sidoarum di Godean, Sleman Willy Tanama Putra, mengungkapkan bahwa proyek terbaru ini terdiri dari 37 unit rumah yang terbagi dalam tiga tipe utama, yakni Safir, Ruby, dan Emerald. Hunian ini menyasar konsumen yang menginginkan estetika sekaligus kenyamanan lingkungan yang asri. Hal ini merupakan bagian dari inovasi untuk menggaet konsumen.
"Kami merancang proyek ini dengan konsep modern tropical karena sangat sesuai dengan nuansa alam Jogja yang masih kental, namun lokasinya tetap dekat dengan pusat kota," ujar Willy, Sabtu (2/5/2026).
Keunggulan utama yang ditawarkan bukan hanya pada desain bangunan, melainkan juga fasilitas pendukung. Kawasan ini dilengkapi dengan kolam renang, taman bermain, serta sistem kelistrikan bawah tanah (underground electrical). "Semua instalasi WiFi dan PLN berada di bawah tanah, jadi estetika kawasan terjaga tanpa kabel yang melintang di depan rumah," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan DPD REI DIY, Welly Luxza Pradana, menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan properti di DIY pada tahun 2026. Meski kondisi ekonomi secara umum penuh tantangan, sektor properti di Jogja dinilai tetap stabil karena tingginya minat investasi.
"Properti tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap gejolak ekonomi saat ini. Penurunan memang ada, tapi tetap stabil karena orang butuh rumah untuk tempat tinggal sekaligus investasi. Jogja selalu punya selling point yang kuat," kata Welly.
Welly juga mengapresiasi langkah pengembang yang memberikan bukti fisik pembangunan saat peluncuran, bukan sekadar tanah kosong. Hal ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat di tengah isu penipuan properti yang sempat marak. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hunian.
"Pastikan legalitasnya jelas dan pengembangnya tergabung dalam asosiasi seperti REI agar bisa kami pantau. Jangan mudah tergiur iming-iming harga murah yang tidak masuk akal," tegasnya.
Terkait dukungan terhadap program pemerintah, Welly mengakui bahwa ketersediaan rumah subsidi (FLPP) di DIY saat ini sangat terbatas akibat tingginya harga lahan. "Di Jogja, lebih dari 90 persen pengembang bermain di segmen komersil. Meskipun begitu, kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah [PAD] sangat besar," pungkas Welly.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.