6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (21/4/2026) siang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas zona tumbukan lempeng tektonik di wilayah selatan Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Jenis patahan ini umum terjadi di wilayah pertemuan lempeng aktif dan berpotensi memicu gempa dangkal dengan guncangan cukup kuat.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas zona tumbukan Lempeng Indo-Australia,” ujarnya.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 9,22 derajat Lintang Selatan dan 124,16 derajat Bujur Timur, atau sekitar 54 kilometer barat laut Timor Tengah Utara, dengan kedalaman 60 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 10.17 WIB dan sempat dirasakan di sejumlah wilayah di NTT.
Guncangan terkuat dilaporkan terjadi di Atambua dengan skala intensitas III–IV MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah seperti dilintasi kendaraan berat. Sementara di Maumere, getaran berada pada skala III MMI.
Selain itu, sejumlah daerah lain seperti Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, hingga Ende juga merasakan getaran dengan intensitas II–III MMI. Meski terasa cukup luas, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan.
Hingga pukul 10.45 WIB, BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2. Aktivitas susulan ini merupakan hal yang umum terjadi setelah gempa utama, terutama pada wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi seperti NTT.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa untuk menghindari risiko lanjutan.
Sebagai wilayah yang berada di jalur cincin api Pasifik, Nusa Tenggara Timur memang rawan aktivitas seismik. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah mitigasi bencana guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan saat terjadi gempa bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.