Ancaman PHK Buruh Menguat, Sektor Manufaktur Jadi Paling Rentan
Ancaman PHK buruh manufaktur diperkirakan meningkat pada kuartal II/2026. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi.
Foto ilustrasi buruh menerima upah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JAKARTA— Ribuan buruh dipastikan turun ke jalan dan memusatkan aksi di depan Gedung DPR RI saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Aksi ini sengaja dipisahkan dari peringatan May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang direncanakan dihadiri Presiden.
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan akan menggunakan momentum tersebut untuk menagih komitmen pemerintah terkait kesejahteraan buruh.
“KSPI sudah memutuskan May Day tahun 2026 itu adalah meminta kepada Presiden Prabowo agar menepati janjinya. Sehingga, KSPI memutuskan bukan ikut yang di Monas, tetapi melakukan aksi di depan DPR RI,” ujar Presiden FSPMI, Suparno, Kamis (16/4/2026).
Sejumlah janji yang akan ditagih antara lain pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), pembentukan Satgas PHK, pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga penyusunan RUU Ketenagakerjaan baru.
Khusus RUU Ketenagakerjaan, buruh menilai belum ada perkembangan signifikan dalam pembahasannya di DPR. Bahkan, hingga kini disebut belum disertai naskah akademik sebagai dasar pembahasan.
Selain itu, buruh juga menyoroti tenggat waktu penyusunan regulasi baru pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Cipta Kerja pada Oktober 2024. Batas waktu dua tahun yang diberikan kini tersisa kurang dari enam bulan.
Di luar isu regulasi, tuntutan lain juga mengemuka, seperti penghapusan sistem kerja alih daya atau outsourcing serta penolakan upah murah yang dinilai merugikan pekerja.
Aksi di Jakarta diperkirakan melibatkan puluhan ribu buruh. Dari jumlah tersebut, FSPMI akan mengerahkan sekitar 25.000 orang.
Tak hanya terpusat di ibu kota, gelombang aksi serupa juga direncanakan berlangsung di berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Riau, hingga Sulawesi Selatan dengan tuntutan yang sama.
Sejarah mencatat, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day berakar dari perjuangan buruh di Chicago pada 1886 yang menuntut jam kerja delapan jam sehari. Aksi besar yang berujung pada Haymarket Affair menjadi titik penting lahirnya solidaritas buruh dunia.
Di Indonesia, May Day sempat lama tidak diperingati secara terbuka sebelum akhirnya kembali diakui sebagai hari libur nasional sejak 2014. Sejak saat itu, peringatan May Day rutin diisi dengan aksi massa yang menyuarakan isu kesejahteraan pekerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ancaman PHK buruh manufaktur diperkirakan meningkat pada kuartal II/2026. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.