UMP 2027: Formula Kenaikan Masih Menunggu RUU Ketenagakerjaan
Menaker Yassierli menyebut formula UMP dan UMK 2027 masih menunggu RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung.
Tim PDKB PLN./Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—PT PLN (Persero) membeberkan kronologi gangguan sistem transmisi listrik yang memicu blackout atau pemadaman massal di sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan tersebut bermula dari jalur transmisi tegangan tinggi di Jambi yang terdampak cuaca buruk hingga menyebabkan sistem kelistrikan Sumatra terganggu secara berantai.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan gangguan pertama kali terjadi sekitar pukul 18.44 WIB pada ruas transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jambi. Akibat gangguan tersebut, jalur transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatra dan memicu ketidakseimbangan pasokan listrik di berbagai daerah.
“Di saat itu kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM melalui Dirjen Ketenagalistrikan,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2026).
PLN kemudian menerima arahan untuk segera melakukan pemulihan sistem kelistrikan. Gangguan transmisi tersebut menyebabkan sebagian wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik akibat hilangnya beban secara mendadak, sementara wilayah lain justru mengalami kekurangan daya karena pasokan pembangkit menurun.
Menurut Darmawan, kondisi tersebut memicu efek domino yang membuat blackout Sumatra meluas dari wilayah Jambi hingga Aceh. PLN pun langsung melakukan asesmen terhadap gardu induk dan jaringan transmisi untuk memastikan tidak terdapat kerusakan fisik setelah gangguan terjadi.
Dalam proses penanganan blackout Sumatra, PLN memprioritaskan pemulihan gardu induk dan sistem transmisi terlebih dahulu. Setelah jaringan kembali stabil, tahapan selanjutnya dilakukan dengan menyalakan kembali pembangkit listrik dan menyinkronkannya ke sistem kelistrikan Sumatra secara bertahap.
Darmawan menjelaskan pembangkit berbasis hidro dan gas menjadi prioritas awal karena proses pemulihannya lebih cepat dibanding pembangkit lain. Menurutnya, pembangkit berbasis gas dapat kembali beroperasi dalam waktu sekitar lima hingga 15 jam.
“Sistem gas juga bisa kami laksanakan dengan lebih cepat, cepat dalam hal ini adalah berkisar antara 5 sampai 15 jam,” kata Darmawan.
Sementara itu, proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui tahapan pemanasan boiler dan pengoperasian auxiliary secara bertahap sebelum kembali sinkron dengan sistem utama.
PLN menyebut sebagian pembangkit listrik mulai berhasil dinyalakan kembali sejak Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pemulihan pasokan listrik kemudian dilakukan bertahap mulai dari wilayah Sumatra bagian selatan, tengah, hingga utara.
Meski demikian, PLN mengakui proses normalisasi untuk pembangkit berbasis batu bara masih membutuhkan waktu tambahan karena prosedur pengoperasiannya lebih kompleks dibanding pembangkit hidro maupun gas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menaker Yassierli menyebut formula UMP dan UMK 2027 masih menunggu RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung.
Borneo FC menjamu PSM Makassar di Stadion Segiri tanpa penonton. Simak kondisi tim, pemain kunci, dan prediksi skor laga pekan kesembilan.
WhatsApp menguji fitur perluas foto berbasis Meta AI di iPhone. Pengguna bisa mengubah bingkai gambar langsung sebelum membagikannya.
Simak tujuh tips memilih baju lari wanita, mulai dari bahan, sports bra, ukuran, jahitan, hingga outfit sesuai cuaca.
Carlos Alcaraz menyelamatkan dua match point Taylor Fritz dan mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Paris Masters 2026.
Veda Ega Pratama menerima empat hukuman di Moto3 2026, mulai dari Long Lap Penalty hingga penalti turun enam posisi start.