Kerugian Negara Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina Rp322,18 Miliar
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)\r\n
Harianjogja.com, ISTANBUL— Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz hampir mencapai titik temu. Kesepakatan tersebut disebut berpeluang memulihkan kebebasan pelayaran kapal-kapal komersial di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Meski demikian, klaim tersebut langsung mendapat bantahan dari pihak Iran yang menegaskan belum ada kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
AS Sebut Kesepakatan Berpeluang Tercapai dalam Waktu Dekat
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington dan Teheran tengah melakukan pembicaraan intensif mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menurutnya, kesepakatan berpotensi tercapai pada Selasa atau Rabu (5/8/2026) waktu setempat.
"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok (Rabu) untuk membuka Selat Hormuz dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent kepada CNBC pada Selasa (4/8/2026).
Bessent menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut akan memberikan jaminan kebebasan navigasi, termasuk pengaturan pelayaran di jalur strategis tersebut.
"Itu akan menjadi kebebasan navigasi. Meskipun situasi di sana masih agak genting dalam beberapa hari terakhir, kami melihat cukup banyak kapal yang keluar bahkan hingga saat ini," kata Bessent.
Iran Bantah Sudah Ada Kesepakatan
Sebelumnya, Amerika Serikat meminta Iran memberikan jaminan terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran menegaskan aktivitas pelayaran di perairan lepas pantainya harus tetap berada di bawah pengawasan otoritas setempat.
Pada Sabtu (1/8/2026), Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah muncul upaya mediasi di kawasan.
Namun, pejabat Iran membantah klaim tersebut. Mereka juga menepis laporan yang menyebut telah tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Perbedaan pernyataan dari kedua negara menunjukkan proses negosiasi masih berlangsung, sementara perkembangan terbaru terkait jalur pelayaran strategis itu terus menjadi perhatian pelaku perdagangan dan komunitas internasional.
Sebelumnya, Kktegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memperingatkan akan memberikan respons "tegas dan proporsional" apabila Amerika Serikat atau Israel kembali melancarkan serangan. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menunda rencana operasi militer terhadap Iran untuk memberi ruang bagi penyelesaian diplomatik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
Hujan deras memicu banjir di Provinsi Shaanxi, China. Sebanyak 115.756 warga dievakuasi, sementara ancaman longsor dan cuaca ekstrem masih berlanjut.
Seorang pekerja menjadi korban begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman. Pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan dompet korban.
Tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Bantul 2026 masih menghadapi dinamika jumlah bakal calon.
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
AS mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun, Iran membantah telah tercapai kesepakatan.