Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Seorang warga melihat erupsi dari kawah Gunung Ibu terlihat dari Desa Duono, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc/pri.
Harianjogja.com, MALUKU—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas rekomendasi pembatasan aktivitas warga menyusul kembali terjadinya erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (26/2/2026) sore.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan erupsi tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung atau setara kurang lebih 1.725 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Arah sebaran abu condong ke timur laut, mengikuti pola angin saat kejadian.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas erupsi Gunung Ibu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dan durasi sekitar 48 detik. Data tersebut mengindikasikan adanya pelepasan energi vulkanik dalam waktu relatif singkat.
Meski demikian, Badan Geologi masih menetapkan status aktivitas Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada. Namun masyarakat diminta tidak beraktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, pembatasan juga diperluas secara sektoral hingga sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara gunung. Area tersebut dinilai memiliki potensi bahaya lebih tinggi apabila terjadi peningkatan aktivitas lanjutan.
Lana Saria menegaskan warga di sekitar Gunung Ibu disarankan selalu menggunakan masker dan kacamata pelindung guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas gunung api tersebut.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus menjalin koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. Langkah ini penting untuk memastikan pembaruan informasi kebencanaan dan upaya mitigasi dapat berjalan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.