Bareskrim Bongkar Manipulasi BEC, Perusahaan AS Rugi Rp5 Miliar
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Kepala Suku Kamoro Mimika ajak jaga perdamaian Papua dan lindungi pendidikan dari kekerasan. /Istimewa.
Harianjogja.com, PAPUA—Peristiwa kekerasan di Kabupaten Yahukimo kembali menjadi perhatian tokoh adat Papua. Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin, menyuarakan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas jatuhnya korban dari kalangan guru dan pegawai, yang dinilainya sebagai pukulan serius bagi nilai kemanusiaan dan masa depan pendidikan Papua.
Menurut Timotius, informasi mengenai meninggalnya tenaga pendidik dan aparatur yang tengah menjalankan tugas pengabdian di wilayah pedalaman menghadirkan kesedihan yang luas di tengah masyarakat. Para korban, kata dia, datang dengan niat baik untuk mendukung kemajuan pendidikan dan pelayanan publik di Papua.
“Mereka hadir dengan semangat pengabdian untuk mencerdaskan anak-anak Papua. Kehilangan mereka tentu menjadi duka bersama,” ujar Timotius dikutip Senin (9/2/2026).
Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan terhadap guru maupun masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Bagi Timotius, peristiwa tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang selama ini dijaga oleh masyarakat Papua dan sekaligus mengusik rasa aman yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Lebih jauh, Timotius memandang aksi pembunuhan tersebut tidak hanya berdampak pada korban secara personal, tetapi juga membawa konsekuensi besar terhadap keberlangsungan dunia pendidikan serta harapan generasi muda Papua untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat.
Dalam menyikapi situasi tersebut, ia menyatakan kepercayaan kepada aparat keamanan untuk menjalankan proses penanganan secara profesional, adil, dan terukur. Ia berharap penegakan hukum dilakukan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Selain itu, Timotius mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk tetap menjaga ketenangan, memperkuat ikatan persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi fondasi penting agar layanan pendidikan dan pemerintahan dapat terus berjalan di tengah dinamika yang ada, sejalan dengan harapan bersama membangun Papua yang damai dan berkeadaban.
“Papua akan tumbuh dan maju jika dibangun dengan semangat damai, saling menghargai, dan menjunjung nilai kemanusiaan,” tutup Timotius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.