Badan Geologi Targetkan 421 Cekungan Air Tanah Ditata hingga 2045
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Banjir susulan terjadi di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Aceh Timur
Harianjogja.com, ACEH—Banjir susulan kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejak Rabu (7/1/2026) malam. Luapan air sungai membuat lima kecamatan terdampak dan aktivitas warga kembali terhenti.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan curah hujan yang tidak kunjung mereda memicu peningkatan debit sungai di beberapa titik. “Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Di beberapa lokasi, ketinggian air sudah mencapai sedada orang dewasa,” ujarnya, Kamis.
Lima kecamatan yang kembali terdampak banjir ialah Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Genangan air merambah permukiman, fasilitas umum, hingga akses jalan antardesa.
Sejumlah ruas jalan desa dilaporkan tergenang sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja maupun sekolah. “Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga akses jalan dan fasilitas umum. Dampaknya sangat terasa pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Afifullah.
Ia menyebut banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam masa pemulihan pascabanjir besar pada akhir November 2025. Banyak warga yang sudah membersihkan rumahnya kini kembali berhadapan dengan air yang masuk ke hunian mereka.
BPBD Aceh Timur bersama unsur terkait telah mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir. Tim gabungan juga disiagakan untuk melakukan evakuasi apabila ketinggian air terus meningkat dan membahayakan warga.
“Kami terus memantau seluruh wilayah terdampak. Jika air naik, evakuasi akan segera dilakukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” jelasnya.
Afifullah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir maupun yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga mengikuti informasi cuaca dan segera melapor kepada aparat jika terjadi kenaikan air secara tiba-tiba.
“Keselamatan warga menjadi prioritas. Kami mengimbau agar tidak memaksakan aktivitas di lokasi tergenang dan selalu mengikuti arahan petugas,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.