Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Banjir lahar hujan Gunung Semeru berlangsung lebih dari tiga jam. Debit air DAS meningkat, warga dan penambang diimbau menjauh. /Antara.
Harianjogja.com, LUMAJANG—Aktivitas banjir lahar hujan Gunung Semeru tercatat berlangsung lebih dari tiga jam pada Minggu sore, ditandai dengan peningkatan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan pemantauan kegempaan, getaran banjir lahar hujan terekam dengan amplitudo cukup tinggi dan durasi panjang, menunjukkan derasnya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan dari puncak Gunung Semeru.
Selain banjir lahar hujan, Gunung Semeru juga menunjukkan aktivitas vulkanik lain berupa gempa letusan, guguran, dan harmonik. Kondisi ini menandakan aktivitas gunung api masih fluktuatif dan berpotensi memicu bahaya lanjutan di wilayah sekitarnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa dalam pengamatan kegempaan selama enam jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi mencapai 12.000 detik atau lebih dari tiga jam.
Dalam periode yang sama, Gunung Semeru juga mengalami 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12–22 milimeter dan durasi 91–114 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 5–7 milimeter dan durasi 47–56 detik, serta satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 11 milimeter dan durasi 69 detik.
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati, sementara kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah bertiup ke arah selatan dan barat daya.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Semeru menjadi pemicu terjadinya banjir lahar hujan. Meski demikian, aliran lahar tersebut masih berada di wilayah sungai dan belum berdampak pada permukiman warga.
“Debit air cukup deras, sehingga kami mengimbau para penambang untuk menjauh dari daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru,” ujarnya.
Hingga Minggu petang, BPBD Lumajang belum menerima laporan adanya kerusakan akibat peristiwa banjir lahar hujan tersebut.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Siaga atau Level IV. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Semeru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.