Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Australia, bertambah menjadi 12 orang, berdasarkan keterangan Kepolisian New South Wales (NSW), Minggu waktu setempat.
Sedikitnya 29 orang lainnya dilarikan ke sejumlah rumah sakit di kawasan Sydney, termasuk dua petugas kepolisian. Otoritas memastikan ancaman langsung telah berakhir, meski pengamanan di sekitar lokasi kejadian masih diperketat.
Kepolisian NSW juga mengonfirmasi telah mengamankan dua tersangka terkait insiden tersebut. Lokasi penembakan ditetapkan sebagai zona steril dan masyarakat diminta menjauhi area Pantai Bondi hingga proses penyelidikan dan pengamanan dinyatakan selesai.
Penembakan massal ini terjadi bertepatan dengan hari pertama perayaan Hanukkah, hari raya umat Yahudi yang berlangsung selama delapan hari. Sejumlah negara, termasuk Rusia, menyatakan keprihatinan dan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Australia pascakejadian tragis tersebut.
"Sedikitnya 12 orang meninggal dunia saat ini. Sebanyak 29 orang telah dibawa ke berbagai rumah sakit di kawasan Sydney, termasuk dua petugas kepolisian," kata Komisaris Polisi Mal Lanyon.
Sebelumnya, Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan banyak orang menjadi korban dalam insiden itu. Otoritas setempat mengatakan ancaman langsung telah berakhir.
Kepolisian NSW mengaku telah mengamankan dua tersangka pelaku, tetapi operasi keamanan terus berlangsung. Warga diminta menjauhi lokasi kejadian yang telah ditetapkan sebagai zona steril.
Penembakan tersebut terjadi pada hari pertama perayaan Yahudi, Hanukkah, yang akan berlangsung selama delapan hari. Rusia dilaporkan terus memantau situasi di Australia menyusul insiden penembakan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan kepada RIA Novosti pada Minggu bahwa pihaknya terus "memantau berita mengerikan dari Australia."
"Penembakan terhadap orang-orang tak bersalah saat hari raya keagamaan adalah tragedi yang mengerikan," kata Zakharova.
Dia menambahkan misi diplomatik Rusia di Australia terus menjalin kontak dengan otoritas setempat setempat untuk memastikan ada tidaknya warga Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.