Tujuh Tim Melaju ke Grand Final Potek Dance Fest 2026, Berebut Tiket ke Jepang
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
Gajah Sumatra. /Reuters-Beawiharta
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pelestarian gajah sumatera mendapat kabar baik usai seekor anak gajah betina lahir di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Rabu (4/12).
Kelahiran ini terjadi dari induk Yulia, gajah berusia 12 tahun yang untuk pertama kalinya melahirkan. Pihak Balai TNWK melaporkan anak gajah langsung menunjukkan respons sehat, mampu berdiri, dan belajar berjalan beberapa jam setelah dilahirkan.
Peristiwa ini menambah optimisme terhadap keberlanjutan populasi gajah sumatera yang saat ini berstatus kritis terancam punah. Tekanan dari perambahan hutan, perluasan perkebunan, dan alih fungsi lahan masih menjadi tantangan besar dalam menjaga habitat alami satwa tersebut.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MDH Zaidi menyebut anak gajah tersebut lahir dari induk bernama Yulia, seekor gajah berusia 12 tahun yang untuk pertama kali melahirkan, pada Rabu (4/12) sekitar pukul 23.25 WIB.
"Alhamdulillah, kondisi anak dan induknya sehat. Anak gajah sudah bisa berdiri dan berjalan sendiri pada pukul 02.05 WIB," kata Kepala Balai TNWK Zaidi dilansir Antara, Sabtu (5/12/2025).
Hingga pagi setelah kelahirannya, anak gajah tersebut tampak sudah aktif dan mulai belajar menyusu kepada sang induk Yulia.
"Sampai pukul 07.49 WIB, anak gajah terlihat terus berusaha menyusu. Dari pengukuran tinggi dan lingkar badan, beratnya diperkirakan 64 kilogram," katanya.
Kelahiran anak gajah dari induk Yulia itu menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian spesies gajah Sumatera. Kelahiran anak pertama Yulia, juga menambah optimisme atas keberlanjutan populasi gajah di Kawasan Konservasi Way Kambas.
Gajah sumatera sendiri masuk dalam kategori kritis terancam punah menurut daftar merah yang disusun International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi satwa itu di Indonesia semakin terancam dengan keberadaan aktivitas perambahan hutan, penambahan perkebunan baik legal maupun ilegal serta alih fungsi lahan lain di wilayah jelajahnya.
Belum lama ini, pemerintah lewat Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan sejumlah operasi Taman Nasional Tesso Nilo yang menjadi habitat bagi gajah sumatera untuk mengembalikan kawasan konservasi dari aktivitas perkebunan sawit ilegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi Bambang Setiyawan meninggal saat kericuhan Pejompongan. Keluarga menolak otopsi.
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.