Trump Klaim AS Kendalikan 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela Sabtu, 29 Agustus 2026 14:17 WIB
Trump Klaim AS Kendalikan 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela yang disebut memberi AS kendali atas pengembangan cadangan minyak lebih dari 65 miliar barel.

Trump menyampaikan kesepakatan tersebut melalui unggahan di media sosial. Menurut dia, kerja sama itu akan meningkatkan pasokan minyak AS sekaligus menekan harga bensin bagi masyarakat Amerika.

“Transaksi bersejarah ini lebih dari menggandakan cadangan minyak AS, meningkatkan pasokan minyak kami secara signifikan, dan akan menurunkan harga bensin secara substansial bagi seluruh warga AS,” tulis Trump, melansir BBC, Sabtu (29/8/2026).

Dalam unggahannya, Trump menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah mencapai kesepakatan dengan kepemimpinan Venezuela melalui kemitraan dengan sektor swasta.

Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kemitraan tersebut maupun komitmen dan ketentuan yang harus dipenuhi AS berdasarkan kesepakatan itu.

Ia juga mengklaim kesepakatan tersebut tidak membebani pembayar pajak AS.

Venezuela Sebut Ada Investasi US$100 Miliar

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyambut kesepakatan tersebut. Menurut dia, kerja sama dengan AS dapat membantu pemulihan ekonomi Venezuela.

Rodriguez mengatakan kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan potensi cadangan terbukti mencapai 65 miliar barel.

Selain itu, investasi yang tercakup dalam kesepakatan disebut mencapai lebih dari US$100 miliar. Venezuela juga diperkirakan memperoleh lebih dari US$209 miliar dalam bentuk pajak.

“Investasi ini tidak hanya akan berkontribusi terhadap pemulihan dan modernisasi industri kami, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi negara, ketahanan energi di belahan bumi kami, serta keseimbangan yang lebih besar di pasar internasional,” ujar Rodriguez.

Berdasarkan informasi seorang pejabat AS kepada CBS News, mitra media BBC, pemerintah AS akan mempertahankan kendali 55% atas perusahaan patungan (joint venture) yang bekerja sama dengan operator swasta berpengalaman di Venezuela.

Menurut pejabat tersebut, Rodriguez memberikan konsesi selama 100 tahun kepada perusahaan patungan untuk mengoperasikan ladang-ladang minyak Venezuela.

Kesepakatan Trump-Venezuela Tuai Pertanyaan

Trump sejauh ini belum memberikan banyak detail mengenai kesepakatan tersebut. Kerja sama itu dinilai tidak biasa karena berpotensi memberikan AS kewenangan langsung terhadap sumber daya alam yang berada di wilayah negara lain.

Ruang lingkup kesepakatan tersebut bahkan disebut berpotensi lebih luas dibandingkan kendali Coalition Provisional Authority yang dipimpin AS terhadap pendapatan minyak Irak setelah pemerintahan Saddam Hussein digulingkan melalui invasi pimpinan AS pada 2003.

Meski demikian, masih belum jelas apakah kesepakatan tersebut dapat menghadapi tantangan hukum maupun konstitusional di Venezuela.

Detail mengenai mekanisme kerja sama, pembagian kendali, serta implementasi konsesi 100 tahun itu juga belum sepenuhnya dijelaskan oleh pemerintah AS maupun Venezuela.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online