Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus melihat skrining pemeriksaan mata siswa SDN Bulak Rukem 1 Surabaya, Minggu (30/21/2025). ANTARA/Indra Setiawan
Harianjogja.com, SURABAYA—Kementerian Kesehatan menggencarkan pemeriksaan mata bagi anak sekolah agar mereka dapat belajar dan berprestasi tanpa terganggu masalah penglihatan.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu, meninjau langsung pelaksanaan skrining mata di SDN Bulak Rukem 1 Surabaya.
“Hari ini kita lihat sendiri kegiatan ini bagaimana kerja sama lintas sektoral, bukan hanya Kementerian Kesehatan tetapi juga Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Persatuan Dokter Mata, Dinkes Provinsi, Dinkes Kota Surabaya, serta Dinas Pendidikan Surabaya,” katanya, Minggu (30/11/2025).
Benjamin menegaskan pentingnya program ini untuk mendukung capaian prestasi akademik anak melalui penglihatan yang sehat.
“Maka ini akan kita masukkan dalam Cek Kesehatan Gratis di sekolah. Ini akan menjadikan kerja sama lebih intens lagi di tahun 2026,” ujarnya.
Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan program yang lebih tepat sasaran. Hingga kini, Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 55 juta orang, termasuk 17 juta anak-anak.
“Tahun depan akan kita fokuskan lagi. Jika ditemukan kasus anak yang membutuhkan kacamata, itu akan dikerjakan lintas sektoral baik pemerintah maupun swasta,” katanya.
Terkait gaya hidup anak yang memicu peningkatan kebutuhan kacamata, Benjamin menyebut hal itu tak lepas dari penggunaan gawai sejak usia dini.
“Sekarang banyak anak memakai gawai sejak usia 2–4 tahun. Ketika masuk SD, kerusakan mata sudah terjadi sehingga kasus melonjak. Banyak anak prestasinya terganggu karena mereka tidak tahu mengalami gangguan penglihatan, dan orang tuanya pun tidak tahu,” ujarnya.
Ia memastikan kegiatan skrining seperti ini akan diperluas dengan perencanaan lebih baik pada tahun depan, tidak hanya di Surabaya, tetapi di seluruh Indonesia.
“Artinya nanti bukan hanya pemeriksaan, tetapi juga solusinya, termasuk pemberian kacamata. Setelah ditemukan kasus, harus ada jalan keluar. Kacamata harus diberikan setelah kondisi mata anak diukur dengan tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Perdami, Prof. dr. Budu, mengungkapkan bahwa tahun ini sekitar 165 juta anak Indonesia mengalami rabun dan membutuhkan kacamata.
“Dan itu hanya satu dari empat yang bisa mendapatkan solusi berupa pemberian kacamata,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.