Kemkomdigi Minta Tambahan Rp3,23 Triliun, untuk Apa Saja?
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Reruntuhan bangunan ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. /Antara.
Harianjogja.com, SURABAYA—Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya mencatat telah menerima sebanyak 45 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny hingga Minggu pukul 18.00 WIB.
“Sampai dengan hari ini, sampai saat ini teman-teman, data korban kantong jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya ini, totalnya sudah sebanyak 45 kantong jenazah,” ujar Kabid Dokkes Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol M Khusnan saat jumpa pers di RS Bhayangkara Surabaya.
Ia menyampaikan dari 45 kantong jenazah itu, sebanyak 10 korban telah teridentifikasi. Masing-masing lima orang teridentifikasi di Sidoarjo dan lima lainnya di RS Bhayangkara Surabaya.
“Dari 45 ini teman-teman, yang lima diidentifikasi ketika di Sidoarjo, yang tiga kemarin sudah dikirim berarti total delapan. Ditambah sekarang ada dua yang sudah teridentifikasi,” ujarnya.
Khusnan menambahkan dari total 45 kantong jenazah tersebut, empat di antaranya berisi potongan tubuh atau body part. Seluruhnya telah diambil sampel DNA untuk proses identifikasi.
“Semuanya sudah saya kirim, sampel DNA-nya ke Jakarta. Yang kemarin juga sudah saya kirim, tadi siang juga sudah saya kirim. Untuk yang baru datang kemungkinan besok kita juga akan lakukan,” ujarnya.
Ia memastikan proses identifikasi melalui sampel DNA dilakukan secepat mungkin dengan terlebih dahulu mengambil sampel DNA keluarga korban agar proses pengiriman dapat langsung dilakukan begitu jenazah tiba.
Menjawab pertanyaan terkait penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam proses identifikasi, Khusnan menjelaskan bahwa NIK tidak menjadi dasar utama pengenalan jenazah.
“Jadi bukan terlambat karena apa namanya, kenapa keluarga korban sudah diambil kok nggak segera dikirim. Nah, kalau itu kan harus membutuhkan pembanding. Jadi kedua-duanya kita kirim,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober. Cek syarat, jadwal, bantuan biaya hidup, dan cara daftar KIP Kuliah terbaru.
Java United menjual tiket laga kandang Super League 2026/2027 mulai Rp15.000. Harga ini memecahkan rekor tiket termurah yang sebelumnya dipegang Persik.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Agenda Jogja hari ini, Rabu 2 September 2026, menghadirkan Talent Fest, Asia Tri Jogja, dan Lomba Baris-Berbaris yang diikuti ribuan pelajar.
Vietnam U-20 kalah 0-3 dari Korea Utara di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Pelatih Yutaka Ikeuchi mengungkap masalah tim setelah kebobolan.