Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Tim gabungan mengevakuasi pendaki asal Magetan yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Lawu, Karanganyar, Sabtu (16/8/2025). /Solopos-Indah Septiyaning Wardani.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Seorang pendaki asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Paul HT, 48, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Lawu wilayah Karanganyar pada Sabtu (16/8/2025) sore. Paul meninggal dunia diduga karena mengalami hipotermia di Pos 3 melalui jalur pendakian Cetho.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan korban melakukan pendakian bersama rombongannya yang berjumlah lima orang dari Sragen, Jawa Tengah, melalui jalur Cetho pada pukul 08.00 WIB.
Setibanya kawasan Pos 3, korban mulai mengalami gejala kelelahan dan hipotermia. Kondisi diperparah dengan korban mengalami muntah-muntah.
BACA JUGA: Pemerintah Anggarkan Rp424,8 Trilun untuk Pertahanan Semesta
"Jadi korban dengan rombongan lima orang mendaki naik dari Cetho pukul 08.00 WIB. Tapi sampai di Pos 3 atas sedikit, salah satu pendaki atas nama Paul mengalami hipotermia, kemudian muntah-muntah," ujarnya, Sabtu.
Hendro mengatakan teman korban sempat memberikan pertolongan pertama serta meminta bantuan ke penjaga pos. Meski sudah mendapat pertolongan pertama namun korban dinyatakan meninggal dunia pukul 14.00 WIB.
Mendapatkan laporan tersebut, tim gabungan BPBD Karanganyar, SAR, dan sukarelawan setempat mengevakuasi korban dari Pos 3 menuju basecamp Cetho. Proses evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala.
"BPBD bersama sukarelawan, mengevakuasi korban untuk dibawa ke bawah, dan teman sukarelawan sudah menghubungi keluarga," kata dia.
Jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Jenawi selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. Hendro mengatakan kondisi cuaca di puncak Gunung Lawu saat ini dingin alias bediding. Sehingga pendaki yang hendak melakukan pendakian harus mempersiapkan fisik dengan baik.
Hendro berpesan agar pendaki membawa obat-obatan yang dibutuhkan. Bagi para pendaki agar selalu melakukan persiapan secara matang baik fisik maupun perlengkapan sebelum pendakian.
Selain itu, pendaki harus berhati-hati bila melakukan pendakian saat ini, mengingat cuaca dalam kondisi kemarau basah dan dingin. "Cuaca di Lawu masih cukup dingin, karena biar kemarau, sesuai prediksi BMKG, bahwa saat ini kondisi cuaca kemarau tapi basah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.