BRIN Kaji Efektivitas Es Kering untuk Atasi Kabut Asap Karhutla
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Presiden Prabowo Subianto./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan upaya pemberantasan terhadap segala bentuk penyelewengan dan korupsi dalam tubuh pemerintahan. Serusan tersebut disampaikan dalam amanatnya pada Upacara Hari Lahir Pancasila
Dalam upacara yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, Presiden menyatakan bahwa bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius, bukan hanya dalam bentuk kekurangan sumber daya, tetapi juga menyangkut sikap mental para elite bangsa, terutama mereka yang memegang jabatan penting sebagai wakil rakyat.
“Saya sebagai Presiden Indonesia melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam memperbaiki sistem dan perilaku di semua lini kekuasaan.
Ia mengimbau seluruh unsur penyelenggara negara untuk segera berbenah.
BACA JUGA: Momen Megawati Diapit Prabowo dan Gibran saat Upacara Hari Lahir Pancasila
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan undang-undang dasar dan semua perundang-undangan di Republik ini dan insya Allah saya akan melaksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu!” katanya.
Presiden juga memperingatkan bahwa negara tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang merugikan kepentingan rakyat dan merusak integritas lembaga negara.
“Jangan menganggap negara ini tidak ada, jangan menganggap negara ini bisa dipermainkan. Negara kita kuat. Mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan tanpa ragu, tanpa memandang bulu,” katanya.
Dikatakan Presiden, peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 mengangkat tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya" sebagai momentum untuk memperkuat integritas bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.