Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Makanan jemaah haji Indonesia. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Makanan dan minuman yang disediakan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terjamin kehalalan dan keamanannya. Hal ini disampaikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa kehalalan dan keamanan itu dipastikan melalui pemantauan yang dilakukan tim monitoring BPJPH di hal dapur-dapur layanan jamaah haji.
"Selain berbagai fasilitas layanan yang lainnya, monitoring bersama ini dilaksanakan juga memastikan bahwa jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan katering yang dirancang berstandar. Tentunya, halal, aman, sehat dan bahkan sesuai selera Nusantara," kata Aqil, Sabtu (31/5/2025).
Lebih lanjut, dia menyampaikan tim monitoring BPJPH melakukan pemantauan yang dimulai dari bahan baku hingga pengemasan dan penyajian produk makanan.
Pemantauan itu, ujarnya, dilakukan pada tanggal 27 malam hingga 28 Mei 2025 dini hari ini dan difokuskan pada aspek konsistensi dapur dalam menjalankan praktik proses produk halal dan higienis, termasuk kebersihan area kerja, alur bahan masuk dan keluar, hingga pencatatan bahan.
"Kami cek mulai dari bahan baku seperti beras, bumbu, minyak goreng, air, dan terigu. Lalu, pemeriksaan berlanjut pada tahap pencucian, pengeringan, pemasakan, hingga pengemasan akhir," ujarnya menjelaskan.
Hasil pemantauan secara umum pada proses produksi, kata dia menambahkan memperlihatkan bahwa dapur katering telah berkomitmen untuk melaksanakan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) atau Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis, mulai dari bahan produk, produksi hingga pengemasan produk.
Aqil menyampaikan pula bahwa pengamatan lebih lanjut di gudang penyimpanan bahan memperlihatkan bahwa bahan baku untuk menghasilkan paket makanan itu diperoleh dari negara luar Arab Saudi, seperti beras dari Thailand dan India, daging beku dari Pakistan dan Brazil, dan sejumlah bahan lain dari Filipina atau Malaysia.
"Bahan-bahan dari Indonesia juga sudah mulai diikutsertakan, walaupun belum banyak. Namun, yang menggembirakan adalah keberadaan bumbu pasta dari Indonesia yang diprakarsai oleh BPKH Limited yang sudah berlabel Halal Indonesia dan ini menjadikan makanan-makanan yang dikonsumsi jamaah haji Indonesia menjadi lebih berselera Indonesia," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata