Singapura Kalahkan Timor Leste 2-0, Pimpin Grup A ASEAN Hyundai Cup
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, MYANMAR-Warga Myanmar yang menjadi korban gempa bumi membutuhkan obat-obatan, makanan, dan tempat tinggal. Kantor Kemanusiaan PBB (OCHA) dalam konferensi pers di Jenewa mengatakan waktu untuk respons untuk pencarian semakin sempit karena sudah 72 jam berlalu. Itu berarti jumlah korban yang terdampak dan korban jiwa diperkirakan akan meningkat, kata Koordinator Kemanusiaan OCHA untuk Myanmar, Marcoluigi Corsi.
"Tempat tinggal, makanan, air bersih, dan perlengkapan rumah tangga penting semakin terbatas. Beberapa orang di daerah terdampak menghabiskan malam di tempat terbuka... karena [tidak ada] listrik dan tidak ada air mengalir," kata Marcoluigi, Selasa (1/4/2025).
Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Fernando Thushara di Myanmar mengatakan rumah sakit di negara tersebut kewalahan dengan jumlah pasien dan persediaan medis hampir habis, serta terjadi kekurangan air bersih dan bahan bakar.
BACA JUGA : Antrean di Pintu Tol Klaten Mengular hingga 1 Kilometer
Wakil Perwakilan UNICEF, Julia Rees, mengatakan: "Kebutuhan sangat besar dan terus meningkat setiap jam. Waktu untuk respons penyelamatan semakin menipis. Di seluruh daerah terdampak, keluarga-keluarga menghadapi kekurangan akut air bersih, makanan, dan pasokan medis."
Rees mencatat bahwa bahkan sebelum gempa, lebih dari 6,5 juta anak di Myanmar sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan satu dari tiga pengungsi di negara itu adalah anak-anak.
"Sekarang, gempa ini telah menambah lapisan krisis baru — mendorong keluarga-keluarga yang sudah rentan melewati batas mereka," katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa situasinya mengerikan dan suhu di negara itu sangat panas, sehingga kebutuhan yang paling penting adalah air. Ia juga menyoroti bahwa pipa air dan septic tank telah rusak. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan situasi di Myanmar merupakan krisis kemanusiaan tingkat tertinggi dan “kami belum pernah melihat tragedi dan kehancuran seperti ini di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir."
Juru bicara UNHCR, Babar Baloch, mengatakan bahwa saat ini badan tersebut sedang mengidentifikasi kebutuhan kritis di wilayah yang paling terdampak, yaitu Mandalay, Magway, dan Sagaing. "Kebutuhan paling mendesak adalah mengerahkan tempat tinggal dan barang bantuan ke daerah terdampak," kata Baloch. “Penting juga untuk memantau risiko terkait ranjau, pemisahan keluarga, perlindungan anak, dan kekerasan berbasis gender,” katanya.
Badan-badan PBB juga menyoroti pentingnya pendanaan darurat, menyebutnya sebagai "hal yang sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.