El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Kadispenad Doorstop Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberikan keterangan di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025). Antara/Walda Marison
Harianjogja.com, JOGJA—TNI Angkatan Darat (AD) menaikkan status lima komando resor militer (korem) yang ada di sejumlah wilayah menjadi komando daerah militer (kodam), untuk kepentingan program ketahanan pangan. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.
"Memang kodam-kodam baru tapi formasinya itu, ditingkatkan statusnya dari korem yang sudah ada," kata Wahyu saat ditemui di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Wahyu menjelaskan lima korem yang ditingkatkan statusnya menjadi kodam pada tahun ini akan berlokasi di Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Riau dengan Kepri, serta Lampung dengan Bengkulu yang akan menjadi satu kodam.
Dia melanjutkan, nantinya korem yang ditingkatkan menjadi kodam akan mendapatkan penambahan kekuatan militer seperti jumlah pasukan, fasilitas militer hingga peralatan tempur layaknya kodam lain.
Nantinya, personel tambahan yang ditempatkan di kodam tidak hanya fokus menjaga teritorial wilayah melainkan menjalankan program ketahanan pangan seperti pemanfaatan lahan tidur jadi perkebunan, cetak sawah hingga penambahan titik air.
Setiap kodam juga dipastikan akan dilengkapi dengan fasilitas tambahan yang menunjang aktivitas pertanian.
BACA JUGA: Sempat Khawatir, Masyarakat Lega dengan Pembatalan Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg
"Kodam-kodam itu juga untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Wahyu.
Di saat yang sama, TNI AD juga tengah membentuk 100 batalyon teritorial pembangunan (BTP) yang tugas utamanya juga selaras dengan lima kodam baru tersebut yakni penguatan ketahanan pangan di daerah.
Nantinya dalam satu BTP itu terdapat beberapa kompi yang khusus untuk mengurusi ketahanan pangan.
"Contohnya di sini ada kompi produksi, ada kompi pertanian, kompi peternakan, sehingga nanti batalyon baru ini selain memiliki fungsi tetap fungsi dasarnya sebagai satuan infanteri, tapi juga punya fungsi khusus dalam mendukung pencapaian program pemerintah mengatasi masyarakat," jelas dia.
Dengan adanya jajaran kodam baru dan penambahan batalyon ini, Wahyu berharap TNI AD dapat menjalankan program ketahanan pangan dengan maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.