Diperiksa KPK, Nusron Wahid Bungkam soal Dugaan Aliran Uang ke Muktamar NU
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. ANTARA - Xinhua / James Lee
Harianjogja.com, JAKARTA—Kantor Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol digerebek polisi pada Rabu (11/12/2024). Hal ini sebagai langkah penyelidikan lebih luas terkait dengan deklarasi darurat militer yang dikeluarkannya.
Seperti dikutip dari Reuters, hal tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat dinas keamanan Presiden. Adapun, badan kepolisian nasional menolak mengonfirmasi penggeledahan tersebut.
Terlebih, kantor berita Yonhap juga mengatakan bahwa penyidik Polisi menunjukkan surat perintah penggeledahan yang menyebutkan Yoon sebagai pelaku.
Penggerebekan ini menjadi tanda adanya peningkatan dramatis dalam penyelidikan terhadap Yoon, perwira tinggi polisi dan militer, atas pernyataan darurat militer yang dideklarasikan mendadak pada 3 Desember 2024.
Kejadian tersebut juga menjerumuskan sang Negeri Ginseng, negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia dan sekutu utama Amerika Serikat (AS), masuk ke dalam krisis konstitusional.
BACA JUGA: Lahan Pertanian di Bantul Diserang Monyet Ekor Panjang, DKPP: Belum Ada Solusinya
Yoon Tidak Berada di Kompleks Kantor Presiden
Kantor berita Yonhap, menuturkan bahwa Yoon tidak berada di kompleks kantor Presiden saat penggerebekan dilakukan. Kediaman resminya juga berada di lokasi terpisah. Yoon sendiri juga tidak terlihat di depan publik sejak meminta maaf pada Sabtu (7/12/2024).
Di lain sisi, mantan menteri pertahanan dan orang kepercayaan sang Presiden Kim Yong-hyun, ditemukan oleh para penjaga saat ia mencoba untuk bunuh diri di dalam pusat penahanan dengan menggunakan pakaian dalamnya.
Hal tersebut dilaporkan oleh kepala layanan pemasyarakatan kementerian kehakiman, Shin Yong-hae, kepada komite kehakiman parlemen. Kini, Kim sedang dalam pengawasan dan nyawanya tidak dalam bahaya. Krisis kepemimpinan juga semakin mendalam, dengan pertanyaan siapa yang akan menjalankan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Bali United mengalahkan Persik Kediri 3-0 pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Kemenangan mengantar Serdadu Tridatu ke posisi ketiga.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.