Luhut Ajak Tsinghua Teliti 435 Spesies Herbal Indonesia
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
Ilustrasi penembakan/Ist-Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta meminta kasus yang menewaskan GRO, siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah yang diduga melibatkan aparat kepolisian harus dilakukan penindakan secara tegas. Kasus itu harus dibuka seluas-luasnya dan ditindak tegas sesuai aturan, baik dari sisi penegakan hukum maupun pelanggaran etiknya.
"Kasus penembakan paskibra yang merupakan masyarakat sipil maupun kasus penembakan di Solsel [Solok Selatan] harus dibuka seluas-luasnya dan ditindak tegas sesuai aturan," ucap Sudirta dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kedua tragedi tersebut harus disikapi dengan tegas dan konsisten untuk menunjukkan sikap tegas dan terbuka dari Polri. Sudirta menyatakan bahwa seluruh pihak menunggu ketegasan dan penyelesaian yang menyeluruh terhadap jajaran Polri terkait.
BACA JUGA : Yura Yunita Umumkan Bakal Menggelar Konser Tunggal Februari 2025
Sudirta juga mengatakan bahwa Komisi III DPR akan terus mengawal dan mengawasi penanganan kasus agar masyarakat dapat terus mengetahui apa yang menjadi persoalan dan langkah-langkah untuk penindakannya. "Komisi III akan terus mengawasi respon Polri dalam kedaruratan Polri ini," ucapnya.
Apabila diperlukan, Sudirta mengajak seluruh pihak untuk memberi masukan kepada Komisi III DPR untuk mengevaluasi kinerja Polri dan perubahan Undang-Undang Polri untuk mengevaluasi kewenangan, tugas, fungsi, serta peran Polri agar dapat terawasi dan terkendali dengan baik.
"Kepercayaan dan kepuasan masyarakat tentu harus dipulihkan supaya tidak ada lagi keraguan, terutama agar masyarakat tetap menghargai institusi hukum yang merupakan penegak hukum dan pengayom masyarakat," ujar Sudirta.
Pernyataan tersebut menanggapi dua kasus penembakan oleh anggota Polri yang terjadi dalam waktu berdekatan. Pada Jumat (22/11) dini hari, AKP Dadang Iskandar menembak Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar karena pelaku diduga tak terima korban menangkap orang yang diyakini terlibat tambang ilegal.
Dadang saat kejadian itu menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok Selatan, sementara Kompol Anumerta Ulil, saat kejadian menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Solok Selatan.
Di sisi lain, seorang siswa kelas XI SMKN 4 Kota Semarang yang juga merupakan anggota paskibra berinisial GRO, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat luka tembak senjata api di tubuhnya. Warga Kembangarum, Kota Semarang, tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen pada Minggu (24/11) siang.
Polisi menduga korban merupakan pelaku tawuran antar-geng yang terjadi di sekitar wilayah Simongan, Semarang Barat pada Minggu (24/11) dini hari. Polisi yang berusaha melerai peristiwa tawuran antar-geng tersebut terpaksa membela diri dengan menembakkan senjata api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.