Polri Lacak Jejak Riza Chalid di Negara Anggota Interpol
Polri memastikan telah memetakan keberadaan Riza Chalid di negara anggota Interpol dan menyiapkan langkah penangkapan.
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Chaniago saat memberikan keterangan ke awak media di Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat (13/9/2024)/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Mabes Polri resmi membentuk satgas pendampingan untuk mengusut kasus dugaan penyelewengan anggaran terkait dengan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara.
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Chaniago mengatakan satgas itu terdiri dari personel Bareskrim Polri, Polda Aceh dan Polda Sumatra Utara (Sumut).
"Guna menindaklanjuti permintaan Kemenpora tersebut, Polri dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana korupsi melakukan koordinasi, Kolaborasi, dan membentuk satgas pendampingan," ujarnya di Divisi Humas Polri, Jumat (13/9/2024).
Erdi menambahkan, Satgas itu nantinya bertugas memantau dan mengklarifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PON XXI. "Artinya apa? Dari tim tersebut menyelenggarakan pendampingan atas dugaan pengelolaan yang akan nantinya terindikasi dengan kegiatan korupsi," ujar dia.
BACA JUGA: Dugaan Penyelewengan Dana PON, Polri Siap Bantu Mengusut
Selain Itu, polisi berpangkat melati tiga ini juga menyatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengusut kasus ini.
Adapun, Erdi mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan apabila mendapatkan informasi soal penyimpangan dalam pengelolaan anggaran PON XXI. "Kami dari Polri juga mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui terkait dengan dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran kegiatan XXI.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JiBI/Bisnis.com
Polri memastikan telah memetakan keberadaan Riza Chalid di negara anggota Interpol dan menyiapkan langkah penangkapan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.